2 Juta Bisa Apa?

Banyak.

Bisa untuk biaya kosan dan makan bagi mahasiswa.

Bisa untuk biaya kebutuhan keluarga bagi emak-emak.

Bisa untuk bayar cicilan bagi yang emang punya cicilan.

Mari geser sedikit cara pikir kita. Jangan pikirkan untuk diri atau keluarga saja. Tapi coba pikirkan orang sekitar. Jika kamu diberikan 2 juta per bulan dan harus dihabiskan untuk orang lain, apa yang akan kamu lakukan?

Paling mudah ya tinggal sedekah. Selipkan saja amplop berisikan 20.000. Bisa untuk 100 orang. Seperti halnya serangan fajar di kala pemilu. Tapi apakah hanya sebatas itu yang bisa kita lakukan? Tidak. Kita bisa melakukan lebih. Mari kita gunakan sumber daya masjid.

Coba cek berapa uang kas di masjid sekitarmu? Saya yakin, angkanya tidak sedikit. Jutaan, puluhan juta, bahkan ratusan juta akan sangat mungkin. Tapi tunggu, bukankah itu hal yang aneh? Itu kan masjid, bukan bank. Lantas untuk apa menyimpan banyak uang?

“Ya itu untuk kebutuhan masjid. Listrik, pembangunan, air, dan masih banyak lagi.”

Yakin jawabannya semudah itu? Memang berapalah yang dibutuhkan jika hanya untuk kebutuhan rutin masjid?

Pertanyaan ini memang sekaligus sebagai kritik membangun bagi takmir masjid yang menyimpan banyak uang dengan berbagai pembenaran. Padahal jamaah yang sudah mendonasikan uangnya berharap uang itu disalurkan, bukan disimpan.

Kembali lagi ke topik utama. 2 juta bisa apa? Bisa membantu warga. Caranya? Ini perhitungan kasar saja ya. Bisa disesuaikan dengan kondisi sekitar.

  • Biasanya, sebuah masjid bisa melingkupi berapa KK? Anggaplah 100 KK.
  • Di antara 100 KK, anggap saja ada 5 KK yang tidak mampu. Penghasilan di bawah standar. Atau mungkin lansia, janda, dan kriteria lain yang bisa dipertimbangkan.
  • Ada berapa anggota dari keluarga tersebut? Jika ada 5 KK dengan anggota masing-masing 5, maka total ada 25 orang.
  • Perkiraan porsi per makan, 100 gram. Makan 3x sehari, berarti 300 gram x 25 orang = 7.5 kg / hari. Dikali 30 hari (per bulan) = 22.5 kg
  • Perkiraan harga beras per kg Rp 10.000. Totalkan 22.5 kg beras x Rp 10.000 = Rp 2.250.000
  • Dengan uang sosial rutin yang dikeluarkan sebanyak Rp 2.250.000 per bulan, masjid sudah bisa membantu bahkan menyelamatkan hidup warga sekitarnya

Apakah pengeluaran sekitar 2 juta per bulan itu besar? Untuk hitungan masjid, sepertinya itu bukan angka yang besar. Wajar, bahkan sudah seharusnya seperti itu.

Tapi mari kita iseng bertanya.

Apakah benar uang infak maksimal yang diterima oleh masjid hanya sebatas yang diterima saat ini?

Apakah benar jamaah yang hadir maksimal di masjid hanya sebatas yang hadir saat ini?

Apakah benar potensi maksimal program masjid dan jamaah hanya sebatas yang dirasakan saat ini?

Jujurlah pada diri sendiri. Kita sebenarnya masih bisa lebih baik lagi. Tidak mudah memang, tapi pasti bisa.

Uang infak misalkan. Kenapa uang infak yang diterima segitu-gitu saja? Karena pasti saja, ada jamaah yang merasa, “Untuk apa saya menyumbang, toh uangnya cuma disimpan.”. Tapi jika uang itu disalurkan, ada penerima manfaat yang jelas, ada dokumentasi, bahkan lebih jauh, ada doa tulus dari penerima manfaat. Harusnya itulah yang terjadi.

Jamaah yang hadir misalkan. Kenapa sih hanya segitu-gitu saja? Karena seringkali masjid hanya sebagai tempat ritual, bukan tempat sosial. Seperti halnya tadi. Coba saja takmir masjid dan jamaah sama-sama berpikir, “Kita bisa bikin apa bersama dari masjid untuk warga sekitar?” Pertanyaan pemantik itulah yang harus dibiasakan. Insyaallah, jamaah pun akan bertambah karena banyaknya program. 2 juta per bulan untuk warga yang tidak mampu tadi misalkan.

Berikan kesempatan kepada anak muda untuk mengantarkan. Daripada mereka di café dan jalanan, masjid harusnya bisa menjadi pilihan. Salurkan bantu bukan hanya sebatas mereka yang sudah dekat dengan masjid. Untuk mereka yang belum ke masjid pun berikan saja. Itulah ikhtiar untuk menghadirkan hidayah bagi mereka. Takmir masjid, pemuda, jamaah, dan warga yang belum tersentuh masjid. Cara ini bisa menggabungkan itu semua.

Dengan 2 juta, kita bisa apa? Kita bisa bantu warga. Dari masjid, kita dekatkan anak muda dan bantu warga.

Jika ada yang membaca tulisan ini adalah takmir masjid, saya sangat berterima kasih jika ide ini bisa disebarkan dan benar-benar bisa dilakukan. Semoga ini bisa menjadi wasilah dakwah dan amal bagi kita semua.

***

Saya Rezky Firmansyah, saat ini sedang menyusun naskah buku bertema Ide Dakwah Kreatif dari Masjid. Seperti judulnya, isinya adalah kumpulan ide dakwah kreatif yang bersumber dari masjid. Harapannya, buku ini bisa didistribusikan ke para pembaca terutama takmir masjid sehingga bisa menduplikasi berbagai idenya.  Tinggal contek aja. Tidak usah bingung lagi harus berbuat apa. Program apa yang bisa dihadirkan.

Bagi kamu yang mau punya ide kreatif silakan tinggalkan jawabannya di bit.ly/BankIdeKreatifMasjid

Dari Masjid, Kita Bangkit!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *