(Bukan) Buku yang Mempertemukan Kita

Header Buku Mempertemukan Kita

Jauh sebelum membaca buku Menemukan Pangeran Impian, buku Studentpreneur Guidebook lebih dahulu saya baca. Pertemuan saya dengan 2 penulis buku ini pun sungguh direncanakan dengan indah oleh Sang Pencipta.

@arryrahmawan adalah penulis buku Studentpreneur Guidebook. Saya berinteraksi pertama kali melalui twitter. Pas di ulang tahunnya yang ke 23, 5 Desember 2013. Bertepatan pula saat itu saya menginjak umur 20. Ya, kami sama-sama dilahirkan 5 Desember. Menariknya lagi. Ternyata buku ke-2 saya, What Amazing You, sudah sampai duluan ke tangannya ketika wisuda. Bukan saya yang memberikan. Saat itu kami belum kenal. Allah yang mengantarkannya.

1 tahun berikutnya, akhirnya kami bertemu langsung di Young Trainer Academy #4 . Saat itu pula saya bertemu dengan @nurimannisa . Saya hanya kenal Kak Mel sebagai fasilitator membersamai Kak Arry dan tim. Tapi saya curiga, ada yang aneh dari mereka. Wajah mereka mirip sih. Kakak adik bukan. Jangan-jangan, hmm bisa jadi.

Akhirnya setelah sekian lama menunggu, saya bertemu dengan Kak Arry. Karena persamaan visi, tanpa ragu saya menembak Kak Arry sebagai mentor. Persis seperti halnya menembak @alfatihtimur sebagai mentor. Pahami visinya, cari tahu jalan ketemu, lalu ‘dor!’ Jadikan aku menteemu. Pencapaian saya hingga saat ini banyak terbantu olehnya. Termasuk spirit berdampak dengan #24BooksOn24Years Terima kasih banyak Kak Arry.

Sekian lama berselang, tenyata dugaan saya benar. Kak Arry dan Kak Mel menikah di Semarang. Persamaan visi CerdasMulia mempersatukan mereka dalam ikatan ibadah terpanjang seumur hidup, pernikahan. Saat itu Kak Arry adalah penulis buku dan Kak Mel (belum) menulis buku.

Sejak pertemuan itu, kalau saya ke Bogor sempet-sempetin ke rumah mereka. Berguru langsung dengan pasangan muda ini. Bukan tentang nikah muda. Tapi hidup yang Cerdas dan Mulia.

Berlanjut ke awal 2017, Kak Mel ngontak saya.

“Rez, review buku aku ya. Tapi target reader perempuan. Nggak apa-apa ya?”

Saya langsung terima tanpa nanti tanpa tapi. Email terkirim dan saya baca naskahnya. Membaca, memaknai kata dan karya. Komentar hati saya saat itu, walaupun target readernya perempuan, saya sebagai lelaki pun tercerahkan.  Buku ini adalah panduan praktis yang padat makna bukan hanya untuk perempuan menjemput pangeran impian. Tapi juga lelaki untuk menjemput bidadari surga.

Review selesai, buku pun dikirim ke @quantabooks . Alhamdulillah diterima dan terbit.

Sebagai reviewer, saya dapat buku ini gratis dari penulis. Kisah bukunya sampai ke saya pun juga unik.

Saat itu saya sedang di Jakarta. Saya request ke Kak Mel untuk dikirim ke Jakarta saja. Karena Bogor – Jakarta seharusnya 1-2 hari sampai. Tapi entah kenapa bukunya nggak sampai-sampai. Akhirnya tertunda.

Akhirnya buku baru dikirim ke Surabaya dengan selamat. Jujur, saat itu saya nggak langsung baca utuh. Saya hanya terima, lihat daftar isinya, bolak-balik halaman. Udah itu saja.

Menjelang #SabtuBelajar ke-10 saya pun membuka kembali buku ini. Berpas-pasan sedang membaca Wonderful Husband Pak @cahyadi_takariawan. Lengkap sudah menjadi Wonderful Husband dan Pangeran Impian. Aamiin.

Buku ini terdiri dari 7 bab. Yang saya buka pertama kali adalah bab ke-5, is (s)he the right one? Alasannya personal. Saya ingin memastikan nama yang saya perjuangkan adalah sosok yang tepat. Semoga saja.

Kembali ke bab pertama, Saya membaca setiap bab dan menggali makna.

  1. Kisah di Balik Kisah
  2. Prelude #1 : Why Sould I Marry?
  3. Prelude #2 : What Is Marriage?
  4. 7 Strategi Menjemput Separuh Hati
  5. Is He The Right One?
  6. Prepare for The Day
  7. Life After Marriage

Saya apresisasi dari hati, seluruh babnya sangat berwarna. Cocok bukan hanya menemukan pangeran impian, tapi juga bidadari surga. Ini bukan pesan sponsor. Jujur dari hati.

Dari sekian bab, yang paling berkesan bagi saya ada di bab 1. Ada terselip 2 doa yang dekat dengan kita semua.

Doa pertama, Ya Allah jika dia jodohku maka dekatkanlah. Tapi jika dia bukan jodohku, maka jadikan dia jodohku. <<< Kata Kak Mel ini “doa jahiliah”, tapi dekat banget kan dengan kita? Haha. Doa ini bermakna, kita pengennya apa.

Doa kedua, Ya Allah, jika dia adalah yang terbaik bagi hamba, maka dekatkanlah. Jika tidak, jauhkanlah. <<< nah ini. Doa ini bermakna, kita pengen Allah kasih gimana. Doa ini lebih kurang hampir sama dengan doa saya sejak SMA. Alhamdulillah, karena doa inilah saya terhindar dari pacaran pas SMA. Padahal dulu udah sempat pdkt. Ah, Allah memang Maha Baik. Hingga kini, doa ini masih saya rutinkan.

#SabtuBelajar kali ini saya tak hanya belajar dari buku. Tapi dari sebuah episode kehidupan.

Sebelum menikah. Kak Arry adalah penulis buku. Sedangkan Kak Mel (belum) menulis buku. Mereka bukan dipertemukan karena sama-sama penulis. Tapi karena persamaan visi. Setelah dipersatukan, akhirnya mereka dikuatkan, diyakinkan, dan dimampukan agar mamu mencapai hidup yang lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak.

#SabtuBelajar kali ini saya belajar banyaak hal. Tentang pertemuan adalah salah satunya. Sekilas mungkin terlihat saya dipertemukan dengan mereka karena sama-sama penulis buku. Bukan kawan. Bukan itu. Saya meyakini kami dipertemukan dengan begitu terencana dari Allah karena persamaan visi. Begitu pula harapan diri ini dengan sosokmu nanti.

Di buku Menemukan Pangeran Impian, Kak Mel punya 5 pertanyaan untuk meyakinkan dirinya sebelum memutuskan sebuah pilihan ke seseorang. Begitu pula pertemuan untukmu nantinya. Tentu dengan pertanyaan berbeda. Salah satunya, saya tak peduli saat ini kamu masih menjadi penulis dalam diam ataupun sudah menulis buku. Tapi pasti, saya akan menjadi teman hidup dan teman diskusimu untuk saling menumbuhkan diri. Dan 5 kriteria itu ada di dirimu.

Namamu mungkin diperjuangkan. Tapi kembali lagi. Dengan penuh keikhlasan yang tak sadar kamu ajarkan, diri ini meminta pada-Nya, Jika dirimu adalah yang terbaik, maka dekatkanlah. Jika tidak, jauhkanlah dengan cara baik.

Untuk Kak Arry, Kak Mel, dan juga dirimu nanti. Terima kasih banyak atas pelajaran kehidupannya. Percayalah, kita dipertemukan bukan hanya karena buku. Tapi sebuah visi yang Allah jadikan buku sebagai jalannya.

Untukmu yang kuperjuangkan dengan baik, semoga nantinya aku adalah pangeran impianmu, dan kamu adalah bidadari surgaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *