Beda Teman, Beda Pembicaraan. Gunakan Teknik Diskusi Ini Dalam Mengatasi STUCK dalam Menulis (30DWC #3 Hari 10)

meet-up-admiral-jogja

“Pengennya sebelum wisuda. Doakan aja ya.”

Seorang dari kami menyampaikan harapan itu ketika ditanya “kapan nikah?” Tak perlu tahu atau menebak-nebak siapa yang ngomong. Jauh lebih baik berdoa. Doakan siapapun yang ingin menikah dilancarkan prosesnya. Setuju?

Pembicaraan sore bareng rombongan calon emak-emak Admiral Jogja tadi memang beda dibandingkan pembicaraan bareng calon bapak-bapak Admiral Jogja kemarin malam. Beda teman, beda pembicaraan.

meet-up-admiral-jogja
Meet Up Admiral Jogja

Ada rombongan yang nyaman diajak diskusi tentang masa depan. Menjawab dengan yakin dan menularkan semangat. Ada juga yang gerah diajak diskusi tentang masa depan. Menjawab dengan seadanya. Nikmati aja masa muda, besok aja sholat pas tobat, tujuan hidup yang penting kaya apapun pekerjaannya.

Ada pesan bijak yang mengatakan bahwa kamu akan dipertemukan dengan orang-orang yang sama dengan kamu. Yang sama visinya, sama mimpinya. Saya percaya pesan ini. Tapi mungkin ada yang harus sedikit direvisi. Yang lebih tepat adalah kamu akan diberikan kesempatan lebih banyak berjumpa dengan orang-orang yang sama.

Bertemu dengan orang yang berbeda tentu saja sebuah hukum alam. Tak mungkin kita dipertemukan dengan orang yang itu-itu aja. Kecuali kalau hidup di gua. Menyendiri sunyi. Pertemuan dengan banyak orang adalah kesempatan bagi kita untuk belajar lebih mengerti, bukan hanya ingin dimengerti.

Mungkin sudah naluri. Setiap diskusi seperti meet up, selalu saja ada selipan pertanyaan yang bermakna “what’s next”. Walaupun memang tidak semua orang memberikan insight yang diharapkan.

Sering bicara tentang masa depan mungkin ada juga yang mengkritik. Bukankah hidup di masa sekarang? Emang masa lalu bisa hilang lupa begitu saja? Benar, saya setuju. Saya pun belajar untuk tetap membumi di masa kini. Visi tetap melangit, hati tetap membumi. Juga dengan masa lalu. Saya tak bisa melupakan begitu saja. Saya lebih memilih untuk tetap mengingatnya untuk menjadikan pelajaran dan kekuatan, bukan malah menjadi beban.

Baca Juga :
Jangan Dendam, Jadilah Jalan Kebaikan bagi Mantan

Contoh kasus nyata adalah buku ke-9 saya : Jomblo, Mantan, dan Masa Depan. Memaknai masa lalu sebagai kekuatan hingga menjadi karya. Insya Allah terbit Januari 2017. Ingin jadi golongan pertama yang membaca? Silahkan whatsapp ke 085363949899.

Jadi mau kemana setelah lulus kuliah? Nikah? Lanjut S2? Kerja? Bisnis? Jawabannya, rahasia. Doakan saja yang terbaik. Jawabannya akan didapatkan setelah lebih banyak diskusi dan curhat pada Allah SWT.

Baca Juga :
Yakin Pengen S2? Jangan-Jangan Hanya Karena Ini yang Kamu Inginkan

***

Tulisan 30DWC Hari 10 ini menggunakan teknik diksusi. Memasukkan faktor orang lain dalam tulisan. Baik berupa diskusi, feedback, kisah, dan sebagainya.  Dan ini adalah salah satu cara untuk mengatasi buntu dalam menulis seperti yang sudah saya bahas sebelumnya di tulisan 5 Tips Mengatasi STUCK dalam Menulis.

 

Keep writing, always inspiring!

Rezky Firmansyah
Passion Writer
Founder Passion Writing Academy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *