12 Inspirasi Menulis dari Hasil Stalking dan Diskusi Komunitas Kongkow Nulis (Part 1)

12-inspirasi-menulis-dari-kongkow-nulis

Inspirasi itu ditunggu, bukan dicari. Betulkah begitu?

Beberapa minggu belakangan, saya sedikit keteteran dengan tanggung jawab sebagai Human Development di komunitas Kongkow Nulis. Salah satu tanggung jawabnya adalah merekap data One Week One Post. Program ini bertujuan untuk membiasakan anggota agar rutin menulis. Masa komunitas penulis tapi nggak nulis. Kan lucu.

Nah, per 14 November One Week One Post Kongkow Nulis sudah menyentuh week ke 18. Sebenarnya, dari week 1 saya tak pernah berhenti menulis. Hanya saja dalam beberapa minggu belakangan saya keteteran untuk merekap data di grup Whatsapp. Alasan klasiknya sih sibuk skripsi. Tapi itu hanya alasan.

Baca Juga :
Skripsi : Skripsweet atau Skripshi*?
Sedang atau Belum Skripsi, Wajib Baca Ini!
Memulai Skripsi dengan Idealisme Mencari Solusi

Saya pun iseng, gimana cara menggali inspirasi dari kejadian ini. Kejadian keteteran merekap tulisan. Lalu, saya pun mencoba untuk personal chat satu persatu atau stalking kembali tulisan anggota Kongkow Nulis. Dan berikut adalah hasil galian inspirasi yang didapat dari komunitas Kongkow Nulis.

  1. Ceritakan dengan Unik Keseharianmu

Tahu film My Stupid Boss? Film ini diangkat dari sebuah buku yang judulnya My Stupid Boss. Boss yang stupid. Hmmm.

Saya memang tidak baca bukunya. Tapi pernah nonton filmnya. Dan ya memang, boss nya ‘stupid’. Nah, dengan kehidupan yang unik itu, si penulis pun menuliskan pengalamannya dengan menarik.

Kak Athri, berkat “paksaan” suaminya pun menuliskan diary pasutri muda dengan unik dan penuh komedi. Our Daily Wedding Days. Ouh, so sweet.

Kamu, iya kamu. Coba deh tuangkan pengalaman hidupmu dengan menarik. Nggak mesti pasangan suami istri. Kenangan indah dengan mantan pun layak dimaknai. Ceritakan dengan unik dan menarik. Saya pun bisa. Dan alhamdulillah, naskah buku “Jomblo, Mantan, dan Masa Depan” akan segera diterbitkan oleh penerbit major nasional. Insya Allah Januari terbit. Mohon doanya ya. 😀

  1. Beranikan Dirimu untuk Eksplorasi

Melati pernah memberikan saran kepada saya. Yang isinya lebih kurang :

“Nggak ada salahnya kan mencoba genre lain. Ya apakah itu membaca atau menulis.”

Saya setuju dengan saran ini. Walaupun saya memiliki pilihan yang berbeda. Tapi dengan memaknai tulisan Melati, saya mendapatkan insight yang menarik. Beranikan dirimu untuk eksplorasi tulisanmu. Yang saya lihat dari rekapan Melati, dia menuliskan banyak tulisan dengan gaya berbeda. Opini, cerpen, fiksi, storial, dan seterusnya. Tujuannya ya tadi, eksplorasi.

Kalau kamu, kapan mau eksplorasi tulisan yang “gue banget?”

  1. Miliki Kekhasan dalam Platform Kamu

#NgobrolinPekanbaru. Topik ini ditulis oleh Mutia dengan seorang partnernya. Menggali keunikan dan spot menarik dari Kota Pekanbaru, lalu diobrolin dalam sebuah blog. Nah kamu yang suka jalan-jalan dan makan-makan (bukan makan sambil jalan), bisa coba trik ini. Biarkan orang lain tahu tentang kota kamu. Menarik bukan?

  1. Maknai Kotamu dan Imajinasikan

Hampir sama dengan Mutia. Bang Rizky menambahkan bagian yang menarik dari sisi fiksi. Pekanbaru Love Story. Ya, begitulah judul serialnya. Bang Rizky mencoba untuk memaknai Kota Pekanbaru dan memberikan sentuhan imajinasi fiksi.

  1. Tulislah Apa yang Membuat Kamu Nyaman

Inspirasi ini saya dapatkan dari (mungkin) curhatan Bang Ipam dan Bang Anggo. Mereka yang suka menulis puisi dan fiksi ketika ditanya, “kenapa sih menulis puisi?”, mereka menjawab karena puisi adalah hal yang paling mudah dan membuat mereka nyaman. Tambahan, dengan puisi ada komunikasi tersirat yang disampaikan. Tapi uniknya, walaupun sama-sama puisi mereka punya ketertarikan yang berbeda. Bang Anggo dengan puisi yang “cinta-cintaan” dengan alasan nyicil buku, Bang Ipam lebih ke puisi klasik. Unik.

  1. Jadikan Dirimu Sendiri Sebagai Pengawas

Inspirasi ini saya dapat dari Salman Syuhada. Member yang aktif menulis ini, (mungkin) karena saya keteteran rekapan data, akhirnya ikut isirahat menulis OWOP. Dan memang, pas saya tagih setelah jadwal sibuk saya usai, dia bilang:

“Kirain nggak ada lagi OWOP-nya”.

Nangkep intinya? Banyak dari kita menulis ketika diawasi. Padahal pengawas bagi tulisanmu adalah dirimu sendiri. Atau jika kamu butuh pengawas, cukuplah malaikat di kanan kiri  yang jadi pengawas. Pastikan mereka selalu menulis kebaikan dari kita. Setuju ya? 😀

  1. Jaga Semangat Kecil Agar Berubah Menjadi Semangat Besar

Tak jarang anggota Kongkow Nulis yang dalam 1 minggu setoran lebih dari 1 postingan. 3 postingan, bahkan bisa menjadi One Day One Post. Hal semacam ini pernah dilakukan oleh Aznil, Michiko, dan Dela. Dari mereka bahkan ada yang pernah menjadi “Most Productive Award This Week”. Hanya saja tantangan dengan hal ini adalah bagaimana menjaga agar semangat bisa terus ON FIRE. Nah, makanya itu mulailah perlahan dengan One Week One Post. Bukankah target besar akan sangat mudah diraih dengan memecahnya menjadi langkah-langkah kecil?

Hal semacam ini pernah saya lakukan saat memulai 30 Days Writing Challenge. Bagaimana caranya membiasakan menulis selama 30 hari tanpa henti. Dan bulan Desember akan ada 30DWC Jlid 3 loh. Penasaran?

Bersambung ke part selanjutnnya.

***

Bagi kamu yang ingin ikut di 30 Days Writing Challenge, silahkan baca tutorial jilid 2 di sini. Dan mulai 1-30 Desember 2016 akan ada 30 Days Writing Challenge Jilid 3. Konsepnya akan ada penyempurnaan agar hasilnya lebih baik. Seperti halnya jilid 2 yang berhasil menghasilkan buku berjudul “Catatan 30 Hari”.

Hasil 30DWC Jilid 2 : Catatan 30 Hari
Hasil 30DWC Jilid 2 : Catatan 30 Hari

Baca Juga :
7 Manfaat yang Kamu Dapatkan Jika Ikut 30DWC 

Nah, jika ingin mendaftar 30DWC Jilid 3, silahkan langsung kirim whatsapp ke Ade dengan format : Ikut 30DWC Jilid 3 – Domisili – Aktivitas – Alasan ikut 30DWC Jilid 3.

Okesip, saya tunggu kehadiran kamu untuk mengambil kesempatan ini!

Keep writing, always inspiring!

Rezky Firmansyah
Passion Writer
Founder Passion Writing Academy

One thought on “12 Inspirasi Menulis dari Hasil Stalking dan Diskusi Komunitas Kongkow Nulis (Part 1)

  1. Mamaciih Rezky…

    Ini berkat perhatian teman-teman semua 😀

    Yang jelas ga nyangka tulisan harian yg tadinya cuma buat merekam segala kejadian konyol bareng si suami bisa jadi inspirasi di sini, diletakin di nomer urut pertama pula 😀

    Hahahaa mangaaarrrttsss berkayaaa semuaaaahh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *