CATOR #11 : Speak Your Mind, Speak To Change (Review Pelatihan Leadership 101)

speak-your-mind-2

“Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik. Bukan hanya mendengar, tapi mendengarkan. Bukan hanya hear, tapi listen.”

Leadership 101 hari kedua begitu menarik dengan insight dari dosen sekaligus pembicara sesi ini, David Pranata. Beliau adalah seorang expert di bidang public speaking dan presentasi. Presentasiefektif.com menjadi wadah bagi beliau untuk menuangkan ilmu tentang presentasi. Materi ini pun menjadi semakin berisi. Apalagi tema yang dibawakan adalah “Speak Your Mind”.

FYI, Leadership 101 ini adalah program pelatihan rutin dari Student Council Universitas Ciputra untuk calon leader masa depan. Khususnya di kehidupan organisasi kampus. Terbuka untuk seluruh mahasiswa yang akan menjadi standarisasi bagi seluruh fungsionaris di organisasi kampus. Mulai dari BPH UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), Student Union (Himpunan Mahasiswa), Student Council (Badan Ekesekutif Mahasiswa), dan Student Representative Board (Badan Permusyawaratan Mahasiswa). Semoga terlaksana.

Secara pribadi saya mengakui bahwa Pak David Pranata adalah salah satu dosen terbaik yang pernah mengajar saya. Dulu di semester 3 beliau pernah mengajar mata kuliah Marketing. Berharap juga pada Business Communication. Walaupun ternyata diajar dengan dosen lain yang secara ilmu mumpuni, tapi penyampaiannya membosankan sekali. Alasan beliau menjadi dosen terbaik bukan karena nilai akhir saya mendapat nilai A. Tapi karena memang apa yang dimiliki dan disampaikan berjalan dengan baik. Nah itulah esensi dari “Speak Your Mind”.

Komunikasi memang hal penting untuk siapapun. Cara belajarnya pun bisa dari mana saja. Di penutupan tadi misalkan. Pak David menyampaikan,
“Skill apapun tak bisa dipelajari hanya dari seminar dan membaca buku. Harus ada praktek langsung. Tak masalah salah, paling tidak Anda sudah memulai”

Pesan penutup ini mengingatkan saya dengan pertanyaan yang saya diskusikan dengan beliau. Saya menanyakan,

“Pak David, saya adalah pemimpi(n) di Student Representative Board. Saya tahu kami semua beragam. Nah, bagaimana caranya agar anggota team yang beragam ini terbiasa untuk Speak Your Mind

Beliau menjawab,

“Kesempatan. Di organisasi tentu ada berbagai variasi karakter manusia. Bagi yang sudah aktif, berikan mereka kesempatan untuk sedikit berbicara. Dan bagi yang masih cenderung diam, berikan mereka kesempatan untuk berbicara”

Kesempatan ya. Hmmm.

Speak Your Mind. Sampaikan pemikiranmu. Mungkin begitulah arti yang saya pahami. Sebagai seorang sanguinis, saya percaya tentang prinsip yang hampir serupa, Speak to Change. Karena salah satu elemen dari perubahan adalah speak. Karena bagaimana mungkin bisa memberikan perubahan jika hanya mendiamkan apa yang ada dalam pikiran.

Saya pun mengingat kembali tentang harapan untuk memberikan perubahan. Apalagi di lingkup organisasi tingkat universitas, yang mana 29 orang pengurus Student Representative Board terdiri dari 10 jurusan di universitas. Semangat perubahan adalah nilai yang selalu saya usahakan untuk tertularkan. Salah satunya dengan Speak To Change. Cara detailnya?

How To Speak Your Mind in Student Representative Board?

Setiap rapat mingguan, saya dan empat ketua komisi pasti berbicara menyampaikan apa yang harus disampaikan. Walaupun sesekali ada anggota team lain yang harus menyampaikan program yang mereka koordinir. Kalaulah hanya seperti ini, kesempatan berbicara tentu tak menyeluruh ke semua anggota.

Kami pun melakukan ide kreatif. Di setiap akhir rapat. Setiap komisi harus menyampaikan Quote of Today. Setelah penyampaian quote, satu orang lainnya ditunjuk secara acak untuk sharing tentang pelajaran yang mereka dapatkan selama seminggu. Dalam tida minggu belakangan ini sudah ada Claudia, Reinhard, dan Jennie yang sharing. Sharingnya pun bermakna untuk kami petik pelajarannya.

Jika hal semacam ini diteruskan, minimal akan ada 10 orang yang mendapatkan kesempatan untuk Speak Your Mind. Minimal 10 dari 29 dalam setiap minggunya tentu angka yang sangat baik. Belum lagi dengan pemimpin doa setiap awal dan akhir rapat.

Dengan adanya kebiasaan untuk Speak Your Mind, tersimpan harapan agar semangat membawa perubahan pun selalu ditularkan. Speak to Change. Karena kesempatan perubahan akan selalu hidup. Mulailah dengan 3M. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulai dari sekarang. Hal ini pun sejalan dengan misi kelima dari Student Representative Board, Menjadi Role Model bukan hanya di lingkup organisasi, juga kehidupan pribadi. Percayalah, perlahan perubahan itu akan terjadi kawan.

***

Sebenarnya ada cara lain yang saya biasakan kepada berbagai anggota organisasi dan teman lainnya. Yaitu dengan DUS, Diskusi Untuk Solusi. Misalkan saja saya bertanya random perihal jodoh, impian, alasan, dan hal lainnya. Lain waktu akan saya share caranya ya. 😀

Baca Juga :
Berani Menyampaikan Ide, Agar Lebih Banyak Solusi untuk Indonesia
CATOR #4 : Pertanyaan Random : Sudahkah Punya Tujuan Hidup

Speak Your Mind. Sampaikan apa yang kamu pikirkan agar orang lain paham. Agar tak ada salah sangka karena hanya saling memendam.

Speak To Change. Sampaikan untuk memberikan perubahan. Karena perubahan tak akan terjadi jika hanya mendiamkan.

“Komunikasi terbaik adalah komunikasi yang disampaikan”
(Ruth Christian – Ketua Komisi C SRB 2015-2016)

Keep writing, always inspiring!

Rezky Firmansyah
Passion Writer
Founder Passion Writing Academy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *