7 Cara Mengemas Tulisan yang Menarik Pembaca dan Menyebar Luas (Review Diskusi dengan Wahyu ‘WP’ Pramudya)

7-cara-mengemas-tulisan

Menyambung tulisan sebelumnya tentang workshop kepenulisan yang diadakan ZettaMedia.id. Kali ini saya akan membahas tentang bagian menulis yang disampaikan oleh Wahyu ‘WP’ Pramudya selaku content advisor ributrukun.com. Berikut 7 Cara Mengemas Tulisan yang Menarik Pembaca dan Menyebar Luas.

  1. Content is King

Content is king artinya isi adalah raja. Sesederhana itu? Tidak juga.

Content is king bermakna bagaimana cara kita mengemas isi tulisan menjadi bermakna. Istilah yang melengkapinya, “packaging is palace, content is king”. Bungkusan yang kita berikan ke tulisan seperti judul, cover, dan lain sebagainya hanyalah kerajaan. Semua itu akan lebih berarti jika dipimpin oleh seorang raja. Dan raja itu adalah content.

Buatlah tulisan yang gue banget, kekinian, dan menolong pembaca. Seolah-olah ketika pembaca mereka mendapatkan jawaban dari yang selama ini mereka cari-cari. Misalkan tentang Mantan Itu Bukan Dilupakan, Tapi Dilepaskan. Apa Bedanya? Tulisan ini dicari bagi mereka yang ingin move on dari mantan dan melepaskan kenangannya.

  1. Buatlah Tulisan dari Sosok “Sahabat” bukan Sosok Guru

Tulisan yang menarik adalah tulisan yang ditulis sebagai seorang sahabat, bukan sebagai guru. Penulis mencoba untuk mengerti pembaca, bukan menyalahkan. Jujur, bukan manipulatif. Memberi inspirasi, bukan hanya informasi, apalagi menggurui.

Contoh tulisan dari seorang “guru” : Jangan Pacaran, Dosa!

Contoh tulisan dari seorang sahabat : Ketika Rindu, Haruskah Kita Bertemu?

Kenapa tulisan “Ketika Rindu, Haruskah Kita Bertemu” mencerminkan tulisan dari seorang sahabat? Karena di tulisan itu tidak menyalahkan atau menggurui. Melainkan memberikan inspirasi dari sisi seorang sahabat. Memasukkan pengalaman penulis yang berusaha untuk mencari kesamaan dari sisi pembaca.

  1. Menyusun Tulisan, Bukan Hanya Menciptakan Tulisan

Kesalahan fatal yang seringkali dilakukan oleh banyak penulis. Salah satunya adalah penyusunan paragraf yang seringkali merusak mata. Tulisan yang terlalu dempet dan membuat pembaca malas membaca. Ingat, tugas penulis bukan hanya menciptakan tulisan, tetapi juga menyusun tulisan agar nyaman untuk dibaca.

Kasus seperti ini seringkali dilihat dari broadcast grup social media. Seperti grup whatsapp. Coba deh lakukan editing dasar seperti yang mentor saya Brili Agung sarankan. Tulisannya akan lebih nikmat untuk dibaca.

3 Rumus Editing Dasar Ini akan Membuat Tulisanmu Nikmat Dibaca

  1. Menulis Judul yang Menarik

Masih ingat tentang content is king tadi kan? Nah, walaupun content is king, bukan berarti palace-nya diabaikan. Tulislah judul yang menarik pembaca. Menggambarkan apa yang akan didapatkan pembaca. Mengunggah rasa ingin tahu pembaca. Menyentuh hati, bukan hanya kepala. Contoh : Untukmu yang Merasa Cintanya Terkhianati, 5 Tips Berikut Bisa Menjadi Pengobat Hati

Dalam judul itu tergambarkan apa yang akan didapatkan pembaca : tips pengobat hati. Menggugah rasa ingin tahu pembaca : bagaimana ya caranya bisa mengobati hati ini? Dan juga menyentuh hati, bukan hanya kepala : cintaku pernah terkhianati, pas banget.

Nah paham kan? Coba deh belajar buat judul tulisan yang menarik. Anyway jika kamu perhatikan portal media online sekarang seperti idntimes, ributrukun, virala, metagraf, dan portal lainnya sering menggunakan teknik ini.

Tapi sebagai catatan, jangan menulis judul yang hanya mendapatkan attention tapi isinya sampah. Mengumbar bad news tanpa ada good news. Karena sebagai penulis di media online menulis dan memberikan content positif merupakan sebuah misi yang harus diperjuangkan. Agar lebih banyak harapan positif yang tumbuh untuk Indonesia lebih baik.

  1. Penulis adalah Penjual Gagasan

Penulis adalah penjual?

“Tapi saya nggak bisa jualan”

Mungkin ada yang berpikiran seperti itu. Menjual kepada orang dengan mendapatkan uang. Keliru, bukan seperti itu.

Penulis adalah penjual gagasan. Miliki rasa bangga terhadap tulisan yang sudah terbit. Be proud! Biarpun jelek, yang penting udah publish. Jangan down dengan kata-kata negatif seperti,

“Kalau seperti ini aku juga bisa”

Balas saja tantangan mereka. Ya coba saja. Setahun ditunggu tak jadi-jadi. Perusak impian seperti itu akan sangat banyak kamu temui. Keep moving forward!

Ada kisah menarik yang diceritakan Mas Wahyu kemarin. Ada seorang penulis yang berbakat. Dia suka menulis di blog. Tapi kesalahan fatal dia lakukan. Dia menulis alamat blog dengan alay. Anggap saja th3m1syterylif3.blogspot.com. Ketika ditanya kenapa menulis judul yang alay, alasannya sederhana. Agar tak ada yang membaca. Lah kalau gitu kenapa juga diposting!

Kesalahan fatal seperti  ini tidak jarang kita temui. Walapun tidak dengan masalah yang persis sama, tapi hampir sama. Malu untuk dibaca oleh orang lain. Lah, jadi tujuan menulis untuk apa dong? Jika ternyata tulisannya bagus, menulis alamat blog seperti itu  keliru.

  1. Bagikan Tulisan ke Social Media

“Kalau mau menulis untuk diri sendiri, tulis saja di diary, dikunci, letakin di bawah lemari, lalu buanglah kuncinya.”

Nasehat dari Mas Wahyu WP ini masuk akal juga sih. Ya kalau menulis untuk diri sendiri, gunanya apa?

Beranilah untuk berbagi tulisan melalui media sosial. Minumum ke akun pribadi. Bahkan kamu boleh memberikan usaha ekstra dengan berbagi di grup yang relevan dengan tulisanmu. Catat, grup yang relevan.  Jangan malah tulisannya tentang relationship tapi malah share ke grup ekonomi. Kurang relevan aja.

Ohya, yang seringkali dilupakan saat berbagi tulisan di social media. Berbagi tulisan hanya dengan melampirkan link tanpa ada penjelasan. Cara seperti ini membuat calon pembaca gagal untuk membuka link dan membaca tulisanmu. Berikan pengantar yang menawan agar pembaca tergerak. Misalkan :

Pernahkah kamu berada dalam proses untuk memperbaiki diri dan move on. Tapi tiba-tiba saat mantan datang, eh malah gagal move on. Seperti saat momen lebaran. Jadinya malah nostalgia mantan di lebaran.  Saya pun pernah merasakan. Nah, bagaimana caa saya mengatasinya? Baca selengkapnya >>> Hati-Hati Nostalgia Mantan di Lebaran.

“Kalau hanya menulis link, kaitannya tunggal. Tapi dengan pengantar, kaitannya akan double dan lebih kuat”

  1. Practice is Not Make Perfect. Practice Make Progress

Ini perlu dimaknai kembali. Practice is not perfect, practice make progress. Tak mungkin hanya dengan sekali dua kali menulis akan tiba-tiba langsung menulis indah. Langsung sempurna. Practice make progress, menulis itu butuh latihan.

“Tidak ada yang namanya instan. Bahkan kopi instan tidaklah instan. Selalu proses dan perjalanan. Bagi seorang penulis, latihan merupakan kewajiban.”

Baca Juga :  Wah, Ternyata Ada 7 Persamaan Antara Kopi dan Penulis

Nah itu tadi 7 tips bagaimana caranya mengemas tulisan yang menarik dan menyebar luas. Kamu sudah lakukan yang mana saja? Yuk terus menulis. Agar lebih banyak harapan baik untuk Indonesia yang lebih baik.

Keep writing, always inspiring!

Rezky Firmansyah
Passion Writer
Founder Passion Writing Academy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *