CATOR #8 : Kertas Putih Organisasi dan Kehidupan

stocsnap.io

Selembar kertas putih. Kamu bebas menuliskan apapun di atas kertas putih. Kamu punya pilihan, ingin menulis kebaikan atau keburukan.

Kertas putih ini seperti kehidupan. Dan tinta-tinta yang tertulis diatasnya adalah apa yang kita lakukan terhadap kehidupan. Dalam hidup kita dibebaskan ingin melakukan apa. Tapi tentu saja ada konsekuensi dari setiap hal yang dilakukan. Dan itulah yang akan tertulis dan terkenang seperti halnya tinta di atas kertas.

Memulai kehidupan dengan kertas putih adalah sebuah pilihan. Pilihan bagi orang yang bijak dan ingin menjadi lebih baik. Dan kertas putih ini selalu disediakan oleh Tuhan setiap waktu saat hamba-Nya ingin memulai kehidupan yang baru. Sayangnya, seringkali manusia yang enggan mengulang dengan kertas putih. Masih sibuk saja dengan dendam, sakit hati, kekecewaan dan berbagai hal negatif lainnya.

“Manusia itu kan nggak sempurna”

“Maaf ya, aku nggak bisa memaafkanmu semudah itu”

Ada banyak lontaran negatif lainnya. Membenarkan apa yang dilakukan. Memendam perasaan yang hanya menjadi beban hati dan pikiran.

Baca Juga : Memaafkan Kesalahan, Melepaskan Beban

Menjadi kertas putih. Memulai kehidupan yang baru.

Saya menyukai filosofi dari kertas putih ini. Karena itulah di saat rapat mingguan yang lalu saya memberikan setiap anggota Student Representative Board selembar kertas putih. Lalu membiarkan mereka menuliskan tinta kebaikan dan kenangan positif setiap saat mereka alami. Hanya kebaikan saja. Sehingga kelak suatu saat nanti berbagai kebaikan akan terlukis dan selalu dikenang.

Lalu bagaimana dengan kekecewaan dan kesedihan?

Tuliskan di kertas lainnya. Jadikan menulis sebagai terapi kesehatan. James W. Pennebaker, guru besar psikologi University of Texas selama 15 tahun melakukan penelitian untuk mengetahui efek menulis terhadap kesehatan. Hasil penelitiannya dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul “Opening Up : The Healing Power of Espressiong Emotions”. Berdasarkan penelitian tersebut setidaknya ada tiga manfaat menulis dari segi kesehatan, yaitu :

  • Bermanfaat sebagai katasi (pelepasan emosi dan ketegangan)
  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Mengurangi beban psikis dalam kehidupan

(FYI, ini adalah kutipan dari skripsi yang saya tulis)

Kertas putih dan menulis. Jadikan berbagai kejadian di organisasi ini menjadi bermakna untuk aku, kamu, dan kita. Tuangkan kebaikan untuk dikenang dan keburukan untuk dilepaskan. Dengan menulis, bersama kita menjadi lebih baik. Karena kehidupan adalah proses untuk terus bertumbuh dan menjadi lebih baik setiap harinya.

Rezky Firmansyah
Passion Writer
Founder Passion Writing Academy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *