5 Langkah untuk Rise Above the Crowd, Agar Kita Bisa Berkibar Lebih Tinggi Lagi

5 langah rise above the crowd

Rise Above the Crowd. Konsep yang awalnya disusun dari buku, klub online, lalu dijadikan workshop. Sebuah proses yang menarik jika dilihat dari sisi seorang #PassionWriter. Tapi bukan itu yang akan saya bahas kali ini. Lain waktu akan saya bahas di blog rezkyfirmansyah.com atau Grup Facebook Klub Belajar Penulis Inspiratif.

Mari mulai dengan pertanyaan. Mengapa harus Rise Above the Crowd?

Indrawan Nugroho seorang konsultan inovasi bisnis dalam pembukaan Competitive Innovation Workshop kemarin menyampaikan sebuah insight yang sangat menarik :

“Karena banyak orang yang baik, peduli, dan hebat tak terlihat karena keburukan kecil lebih terpublikasikan. Sehingga orang-orang yang baik, peduli, dan hebat tadi tenggelam dalam kerumunan. Bukan hanya dalam kehidupan, termasuk didalamnya urusan bisnis”

Saya juga jadi ingat tentang sebuah pesan bijak :

“Kejahatan terjadi bukan karena tidak ada orang baik. Melainkan karena diamnya orang-orang baik”

Lah terus mesti gimana? Nah itu makanya Rise Above the Crowd. Ada 5 langkah, mari kita mulai.

  1. Noble Purpose

Temukan apa Noble Purpose yang kamu perjuangkan. Noble Purpose ini dapat diartikan dengan tujuan mulia.

Kenapa harus Noble Purpose?

“Always start with why. When you find  why, you will find the way”

Mulailah dengan pertanyaan mengapa dan alasan. Kenapa saya harus memulai ini? Penting sekali. Karena Noble Purpose inilah yang kedepannya akan menjadi makanan dan nutrisi bagi hati kita. Karena kita berjuang bukan untuk diri sendiri, melainkan juga orang lain. Rumus singkatnya untuk menyusun Noble Purpose adalah “WHO you help with HOW for WHAT”

Dari seorang #PassionWriter, saya seringkali memberikan pertanyaan kepada diri sendiri ataupun orang lain. Mulailah menulis dengan STRONG WHY. Untuk apa sih menulis? Kalau alasannya sudah kuat, tak akan ada alasan untuk berhenti menulis. Trust me this work!

  1. Rewrite the Rules

Arti singkatnya menulis ulang aturan. Insight yang sangat menarik disampaikan kemarin adalah, jangan menari dalam irama orang lain. Menarilah dalam iramamu sendiri. Hmmm, cukup paham?

Baik akan saya sederhanakan. Dalam bisnis ada banyak orang yang bermain di jalan yang sama. Jatuh bangun bahkan berdarah melawan kompetitor pun sangat wajar terjadi. Nah sekarang, jangan berfokus untuk melawan kompetitor raksasa dengan cara yang mainstream. Lawanlah dengan aturan yang berbeda.

Dalam kehidupan pun begitu. Misalkan saja bagi penulis pemula. Baru saja berapa tahun mulai menulis udah pengen mengalahkan Ahmad Fuadi penulis trilogi 5 menara ataupun Raditya Dika novelis komedi. Salah? Tidak salah. Tapi ada prosesnya. Dan pun jika ingin “mengalahkan”, akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Lebih baik Rewrite the Rules. Bukan mengalahkan, tapi cari “ladang” lain yang tidak tergarap dengan baik.  Karena itu pula saya memilih bukan hanya sebagai penulis, melainkan #PassionWriter.

  1. Create Your Masterpiece

Bagian ini mengingatkan saya dengan materi kuliah semester 4 tentang 10 Type Innovation. Menariknya disini, beliau bisa membahas dengan penyampaian yang lebih dalam disertai contoh perusahaan yang melakukan tiap inovasinya.

Sekilas saja. Menurut Larry Keeley, penulis buku sekaligus presiden Doblin mengungkapkan ada 10 Tipe Innovasi yang terdiri dari Configuration (Profit Model, Network, Process, Structure), Offering (Product Performance, Product System), dan Experience (Service, Channel, Brand, Customer Engagement). Setiap tipe itu memiliki bagian kecil lagi yang semakin mendetail. Total ada sekitar 111 inovasi yang bisa dilakukan dari bisnis. Bahkan jika lebih kreatif memaknai pun bisa dilakukan untuk kehidupan.

Saya ambil contoh dari seorang #PassionWriter. Inovasi di tipe Channel dengan Context Spesific. Pengertiannya adalah menawarkan produk atau layanan yang tepat guna mengikut pada lokasi, waktu, dan situasi tertentu. Saya pernah melakukannya ketika Ramadhan kemarin. Memodifikasi 30DWC (30 Days Writing Challenge) menjadi Ramadhan Writing Challenge dengan panduan yang lebih khas Ramadhan. Ditambah lagi dengan adanya N3vO, Ngabuburit Ngobrol Nulis via Online. Menjelang buka puasa membahas dunia menulis di grup online.

  1. Be Bold and Beautiful

Jadilah berani dan indah. Begitulah lebih kurang.

Di dalam buku Rise Above the Crowd dijelaskan tentang MVP. MVP disini bukan Most Valuable Player loh ya. Melainkan Minimum Valiable Product. Nah, apa lagi ini?

Sederhananya dalah prototype. Tapi lebih sempurna dari prototype. Buatlah produk, lalu lempar ke pasar. Biarkan pasar yang menilai. Lalu dengan feedback dari pasar, sempurnakan lagi, sempurnakan lagi, sempurnakan lagi hingga menjadi mahakarya ketika dilaunching.

Jika dikaitkan sebagai seorang #PassionWriter, saya mengambil contoh dengan program #30DWC. 30 Days Writing Challenge adalah social campaign yang menyebarkan semangat menulis dan pastinya menulis di blog atau platform online lain selama 30 hari tanpa henti. Di jilid 1, saya buat secara bebas tanpa ada wadah. Dilempar saja tanpa ada perhatian khusus. Di jilid 2 mulai berbenah dengan membuat grup Whatsapp. Di jilid 3, saya mengubah warna menjadi Ramadhan Wriitng Challenge. Selama bulan Ramadhan, menulis tanpa henti. Meningkatkan ibadah sosial.

Baca Juga : 5 Tips Latihan Menulis di Ramadhan ala Daiwriting 

Jika ditanya whats next? Tunggu saja selalu perubahan yang dilakukan. Karena kata seorang seniman yang saya lupa namanya, dia pernah ditanya.

“Dari sekian banyak yang sudah Anda ciptakan, yang mana karya terbaik Anda? Yang mana mahakarya Anda?

“Belum ada. Yang sekarang sedang saya ciptakan adalah yang terbaik”

Nah ini nih. Semangat untuk terus lakukan yang terbaik dan selalu naik kelas. Jadilah berani dan indah. Persiapkan dengan cara yang terbaik.

Saya jadi kepikiran mau buat produk baru lagi nih. Menjelang 17 Agustus sebagai hari Kemerdekaan dan 28 Oktober sebagai Sumpah Pemuda. Mungkin bisa dijadikan momen untuk sebuah karya kolaborasi.

Kumpulan Solusi Anak Muda untuk Indonesia. Agar kita tak hanya mencaci maki melainkan mencari solusi. Agar tak hanya mengkritisi tanpa aksi, tapi juga memulai kontribusi. Hmm menarik. Ingin berkolaborasi? Yuk deh diskusi.

FYI saja, di blog rezkyfirmansyah.com saya punya kategori khusus “Inspirasi untuk Negeri”. Kumpulan tulisan yang berisikan inspirasi terkhusus untuk negeri ini. Silahkan berkunjung. Saya juga ada project kecil yang bernama Isi Sisi Asa di Fanpage Facebook. Pernah dengar KitaBisa.co.id kan? Menghubungkan antara orang yang punya ide dan yang ingin mendonasikan uangnya. Nah di Isi Sisi asa, mimpi saya kedepannya bisa menghubungkan antara yang punya ide dan yang mau menduplikasikannya untuk kebermanfaatan. Productive Chatting, Ide Alumni, Creative Giving adalah beberapa ide yang bisa diduplikasi. Lengkapnya silahkan baca di rezkyfirmansyah.com kategori Inspirasi untuk Negeri.

Baca Juga : 3 Alasan dan Solusi dari Ucapan Aku Tidak Bisa Apa-Apa

  1. Secure Your Future

Dalam perjuangan untuk Rise Above the Crowd tentu saja tidak mudah. Ada banyak tantangan, hambatan, dan bisikan untuk menyerah. Sehingga Secure Your Future harus dilakukan.

Tentu saja di dalam kehidupan tak ada yang aman sepenuhnya. Tapi bukan berarti kita sembrono mau lakukan apa saja. Ada porsi yang harus dilakukan, ada porsi yang harus dipasrahkan. Jika dilihat dari sisi Personal Security, maka Secure Your Future terbagi menjadi 3 bagian. Sandarkan diri pada Tuhan, hadirkan pasangan, dan perkuat diri.

Nah jika belum ada pasangan? Ya cari dong. Menikah, bukan pacaran. Karena pacar yang kamu ajak ke wisuda belum tentu diajak ke KUA. Catat tuh. Bisa jadi dia adalah mantan yang ada di masa lalu. Atau dia yang belum pernah bertemu. Duh kok malah bahas ini sih. Mungkin efek lagi nulis buku terbaru Jomblo, Mantan, dan Masa Depan. Hehe. Mohon doanya aja ya. Agar bisa Rise Above the Crowd.

Nah, itulah tadi review singkat dari buku Rise Above the Crowd dan Competitive Innovation Worskhop. Satu kata untuk menggambarkan ini semua adalah “REMARKABLE!”

Di akhir workshop, saya gemetaran. Bukan gemetaran karena nemu perempuan lalu ingin nembak jadi gebetan. Bukan. Bukan juga karena di workshop ada mantan. Melainkan karena di akhir sesi saya “nembak” Pak Indrawan Nugroho sebagai mentor. Bimbing saya ya Pak. Dan terima kasih banyak atas ilmu (bukan pengetahuan) yang sudah diberikan.

Oke sekian dari saya. Silahkan nikmati tulisan lainnya di rezkyfirmansyah.com dan tips menulis di Grup Facebook Klub Belajar Penulis Inspiratif. Dan akhirnya,semoga kita semua, khususnya yang baca ini bisa Rise Above the Crowd. Agar bersama kita bawa Indonesia berkibar lebih tinggi lagi.

Ohya, jika kamu ingin bergabung di Klub Invator Bisnis silahkan klik di bit.ly/klubinobis
Jika ingin bergabung di Klub Belajar Penulis Inspiratif silahkan klik di bit.ly/JoinKBPI
Dan jika ingin mendapatkan info terupdate tentang #PassionWriter, silahkan like Fanpage Passion Writing Academy

Keep writing, always inspiring!

SILAHKAN SHARE

Rezky Firmansyah
Passion Writer
www.rezkyfirmansyah.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *