Ketika Rindu Haruskah Kita Bertemu?

pexel.com

Apa yang kamu lakukan ketika rindu?

Pertanyaan menarik untuk dimaknai bagi siapapun. Bagi yang sendirian ataupun sudah memiliki pasangan. Kegalauan semakin menjadi ketika ditambah dengan postingan yang sedikit saja membahas cinta dan jodoh.

“Jangan katakan engkau jatuh cinta. Tapi ucapkan, mari bersama membangun cinta untuk meraih surga.” (@andysukmalubis)

Meleleh. Bisa jadi itulah yang dirasakan sebagian orang yang memang hatinya rentan galau. Tak usahlah tersinggung jika dikatakan rentan galau. Bukankah pada dasarnya hati manusia itu lembut?

Hati yang lembut bukan berarti membenarkan kelemahan yang dirasakan. Karena memang ada saja pembenaran yang dilontarkan. Perempuan cenderung menggunakan perasaan sedangkan laki-laki menggunakan logika. Seolah-olah perempuan itu lemah dan harus dimaklumi lemah. Wah ini keliru.

Saya pribadi memaknai hal seperti ini selow-selow saja. Santai. Tak perlu diambil pusing. Perasaan itu penting, logika juga penting. Termasuk dengan galau dan rindu. Hal semacam ini wajar saja ada. Tapi seharusnya kita selalu punya cara untuk memaknai kegalauan dan kerinduan.

Baca Juga : Maaf Saya Baper

Apa yang kamu lakukan ketika rindu?

Pertanyaan ini semakin menarik untuk dimaknai. Coba tanya pada dirimu sendiri, apa yang kamu lakukan ketika rindu?

Jika pertanyaan ini dilemparkan ke saya, maka saya akan menjawab : menulis.

Saya sudah menulis sejak SMA. Walaupun pada awalnya keliru dalam memahami menulis. Bahwa menulis itu harus puitis dan romantis. Tak salah memang. Tapi bukanlah puitis dan romantis hal terpenting yang harus dimilki seorang penulis. Karena pada dasarnya menulis adalah menuangkan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan menjadi tulisan yang memberikan pelajaran.

Coba saja baca kembali tulisan saya selama ini. Saya belajar dan memastikan bahwa dalam setiap tulisan harus ada makna dan pelajaran. Bukan hanya curahan perasaan saja. Termasuk di kategori Love and Relationship. Tetap saja walaupun ada nilai-nilai galau disana, saya memastikan ada makna. Memaknai kegalauan.

Bagi kamu yang dilanda rindu, saya memberikan saran untuk menulis. Tulislah apapun. Boleh menuliskan apa yang kamu rasakan. Tapi jangan pasrah hanya curhat tanpa arah. Berikan makna dan pelajaran yang bisa diambil oleh pembaca. Mungkin saja ada dari kamu yang masih malu untuk mempublikasikan tulisan, itu tak masalah. Tapi tetaplah berani untuk menulis pada diri sendiri. Karena paling tidak, diri sendiri bisa memaknai apa yang sudah dituliskan.

Penelitian  yang dilakukan James Pennebaker menguatkan pilihan ini. Penelitian ini mengatakan bahwa menuangkan perasaan (self disclosure) dalam tulisan akan membantu untuk melepaskan emosi dan menjadikan diri lebih bijak. Bahkan menulis dalam diary mampu meningkatkan kekebalan tubuh dibandingkan yang tidak. Menulis juga salah satu cara terapi dalam menurunkan tingkat depresi.

Yang tak kalah menarik. Dengan menulis kamu bisa melepas kerinduan dan membuat orang lain tahu bagaimana caranya bertemu denganmu ketika rindu.

Jika aku tiada lalu kau rindu, temui aku di tulisan-tulisanku (@yudi_muchtar)

Tentu saja masih ada banyak cara lain untuk melepas kerinduan. Melakukan hobi yang disenangi bisa menjadi salah satu solusi. Curhat kepada Sang Pemilik Hati pun pasti. Atau paling mudah, temui orang yang kamu rindukan. Tapi tunggu dulu, bisa jadi ada masalah yang akan muncul.

Kadang kamu rindu seseorang bukan karena tak bertemu. Tapi karena apapun yang kamu lakukan, kamu berharap dia ada di sampingmu (@tengkuazmifadlah)

Ketika menemui orang yang dirindu, bisa saja perasaan menjadi lega. Tapi ketika diri tak mampu menjaga hati, rasa rindu akan menjadi candu. Terus-terusan agar bisa bertemu. Padahal bertemu belum tentu selalu bernilai kebaikan. Tak jarang malah menjadi kemaksiatan. Jaga dirimu agar rasa rindu mampu dilepaskan hingga waktu yang ditentukan. Pastikan sampai waktu itu.

Bagimu yang mungkin masih merindu, jangan paksakan diri untuk berdua. Pastikan saja ada dalam doa. Percayalah itu jauh lebih bermakna.

Baca Juga : 7 + 1 Cara Menjaga Hati

Sekarang coba pertanyakan kembali, apakah setiap rindu kita harus bertemu?

Gerimis mungkin membuat hati rindu. Tapi menanti dan menjemput dengan cara baik akan membuat pelangi indah hadir. Bersabarlah. (@rezky_passionwriter)  

 

Keep writing, always inspiring!

Rezky Firmansyah
Passion Writer
Founder Passion Writing Academy

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *