Hati-Hati Nostalgia Mantan di Lebaran

966_min

Aku penasaran. Aku penasaran dengan kamu sekarang. Bukankah kita sudah lama tak berjumpa? Entah sudah berapa tahun lamanya. Komunikasi pun terbatas hanya di social media. Apalagi tatap muka, sama sekali tak ada. Yap. Aku penasaran dengan kamu sekarang. Karena sahabatmu bilang, kamu sudah jauh berubah.

Perasaan-perasaan seperti in kerap kali muncul. Dan lebaran adalah waktu yang seolah-olah tepat untuk dimunculkan. Rawan memang. Nostalgia mantan di lebaran.

Setiap orang tentu punya banyak kisah antara lebaran dan mantan. Ada yang biasa jalan bersama, cinta masa SMA, saling kunjung selama lebaran, putus nyambung dan seterusnya. Dan ada juga yang sekarang sudah pada tahap serius. Memutuskan untuk serius.

Memutuskan untuk serius berarti tak lagi berlama-lama dalam hubungan yang semu. Pacaran, itu adalah hubungan yang seolah nyata tapi semu. Tak percaya? Buktikan saja. Coba ajak pasanganmu menikah, pasti aja ada banyak alasannya.

Di malam takbiran, secara tak sengaja saya bertemu lalu berkumpul bersama teman-teman di kampung halaman. Sebagian besar dari mereka adalah gerombolan teman SMP. Dan saya baru mengenal banyak dari mereka di SMA. Seolah-olah saya adalah anggota istimewa. Sampai sekarang kami masih sering berjumpa, terutama ketika main futsal bersama.

Bercerita panjang lebar dengan mereka .Termasuk hubungan persahabatan mereka yang sudah sampai 7 tahun. Bahkan yang menarik, ada di antara mereka yang juga pacaran sampai 7 tahun. Wew, pacaran 7 tahun dari SMP. Seharusnya anak kalian sudah masuk SD loh.

Nah sekarang coba maknai lagi, apakah benar pacaran itu hubungan yang nyata? Lantas kenapa masih menunda? Pastilah banyak alasan.

Ya syukur saja jika 7 tahun pacaran akhirnya menikah. Tapi coba aja udah lama pacaran lantas break di tengah jalan. Pahit! Bahkan ada teman lainnya yang keluarga sudah saling jumpa, nyatanya tidak jadi juga. Bahkan seolah-olah tak ingat lagi siapa mantannya. Dan ada juga kisah nyata lainnya yang sudah 6 tahun pacaran, ternyata putus dan tak jadi menikah. Sungguh sia-sia.

Baca juga : 15 Istilah Menarik yang Akan Kamu Temui di Seminar Pra Nikah

Terlepas dari kamu pacaran atau bukan, lebaran ini pasti akan ada banyak pertanyaan.

“Kapan nikah?”

“Kenapa putus”

“Kapan punya anak?”

“Kapan wisuda”

“Masih ingat nggak dengan aku?’

Pertanyaan terakhir yang mungkin paling bikin galau. Disaat diri sedang berjuang masa move on, ada saja masa lalu yang datang kembali dan memberikan pertanyaan rumit. Masih ingat nggak dengan aku?

Baca juga : Ketika Rasa Itu Kembali Ada

Ini bukan tentang kisah penulis saja. Akui saja, ada banyak diantara kamu semua, di sekitar kita yang memiliki pengalaman sama. Nostalgia mantan di lebaran.

Begini. Jika berbicara soal mantan, ada pesan yang bijak.

Mantan itu bukan untuk dilupakan melainkan dilepaskan. Apa-apa yang terjadi di hubungan masa lalu  gunakanlah sebagai pembelajaran untuk hubungan masa depan. Maka sudah seharusnya berterima kasih kepada mantan. Terima kasih, wahai mantan.

Mantan bukan dilupakan
Mantan bukan dilupakan, tapi dilepaskan

Sekarang cobalah maknai kembali. Sudah berapa tahun lebaran dilewati. Sudah berapa tahun pacaran dijalani. Atau sudah berapa tahun mantan tak ditemui. Apapun pengalamanmu, pastikanlah. Pastikanlah bahwa hidup harus menatap masa depan. Mantan memang ada di masa lalu. Tapi bisa saja muncul kembali di masa depan. Karena mantan adalah alumni hati. Bisa jadi reuni kembali.

Baca juga : Mantan Itu Bukan Dilupakan, Tapi Dilepaskan

Maknai saja tulisan kali ini. Tak perlu baper dan membatalkan rencana untuk jalan-jalan silaturahmi. Karena saya memperhatikan dan cukup empati dengan apa yang kamu rasakan. Semoga nostalgia mantan di lebaran tidak membuatmu bertahan ya. Bertahan dan berharap seolah dia akan kembali. Pantaskan saja dirimu dan mulailah untuk menjadi. Menjadi yang lebih baik dari dulu. Karena pun jika berjodoh, percayalah pasti bertemu. Dan jika kamu tidak yakin, jangan paksakan dirimu untuk berdua. Pastikan saja ada namanya dalam doa. Dan akhirnya jika tidak berjumpa, percayalah ada rencana indah dari Sang Pencipta.

Barangkali sesuatu ditunda karena hendak disempurnakan. Dibatalkan karena hendak diganti yang utama. Atau ditolak karena dinanti yang lebih baik (Salim A Fillah)

 

Keep writing, always inspiring!

Rezky Firmansyah
Passion Writer
Founder Passion Writing Academy

2 thoughts on “Hati-Hati Nostalgia Mantan di Lebaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *