15 Istilah Unik yang Akan Kamu Temui di Seminar Pra Nikah

15 Istilah Unik di Seminar Pra Nikah

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri seminar pra nikah di Mesjid Manarul Ilmi ITS. Sepanjang saya hidup, ini adalah seminar pra nikah ketiga yang saya ikuti. Bermula dari tahun 2013 yang tidak tahu sama sekali. 2014, sempat mengikuti hingga 2 kali. 2015, tidak mengikuti lagi. Dan di 2016, bisa-bisanya ikut lagi. Apakah ini pertanda? Hmmmm.

Oke. Terlepas dari kesekian kali saya mengikuti seminar pra nikah itu bukanlah yang penting. Karena kali ini, saya akan membahas tentang  istilah menarik yang akan kamu dapati di seminar pra nikah.

1. Save Jomblo

Hastag Save Jomblo menjadi tagline dari event kali ini. Ternyata setelah dimaknai, pada dasarnya tujuan dari seminar pra nikah adalah untuk Save Jomblo. Iya benar.  Menyelamatkan para jomblo dari jalan mencari cinta yang keliru. Dari keindahan pacaran yang semu, menjadi cinta suci di pernikahan. Maka bersyukurlah bagi kamu yang lebih memlih untuk menjaga cinta.

2. Jomblo Sepanjang Karir

Ada banyak istilah dari para jomblo agar kelihatan lebih keren. Mulai dari Jomblo Mulia, Jomblo Sampah Halal (JOSH), Jomblo Beriman dan berbagai Jomblo lainnya. Apapun namamu tetaplah berjuang asalkan dalam jalan perjuangan menjaga hati. Asalkan jangan sampai menjadi Jomblo Sepanjang Karir. Ingat nak, ibumu sudah menanti cucu. Hihihi.

3. Modus Bertanya

Nah dalam seminar pra nikah, modus bertanya mudah sekali terjadi. Kasusnya akan terjadi jika pertanyaan yang diajukan itu cukup “rentan”.

“Ustad, saya ingin bertanya. Tapi pertanyaan ini dari teman saya. Jadi dia menyampaikan. Dulu dia pacaran. Tapi entah kenapa ditikung sama sahabatnya sendiri. Dia nggak terima. Tapi ternyata sahabatnya tadi udah nikah sama mantannya tadi. Dan sekarang mereka sudah punya anak bayi yang lucu. Pertanyaannya, bagaimana agar saya bisa move on? Nah itu pertanyaan teman saya”

Pertanyaan yang seperti ini patut diklarifikasi lagi. Apakah benar itu pertanyaan temannya atau hanya modus bertanya bermodalkan pengalaman pribadi.

4. Pernikahan Bab Niat

Ketika kamu sudah mulai aktif belajar tentang pernikahan, apakah itu dari buku, seminar, video, pengalaman mentor dan lainnya, patut dievaluasi kembali sudah sejauh apa. Apakah baru pernikahan bab niat, bab isi, atau bab penutup. Agar kamu bisa tahu sejauh apa harus melangkah. Karena bisa salah kaprah jika persiapkan hal yang belum disiapkan. Belajarlah bertahap.

5. MenDPkan Cinta

Setelah yakin untuk berproses dari bab niat pernikahan, lanjutlah ke tingkat selanjutnya. Langkah apa?

Apakah kamu pernah dengar istilah sepasang bidadari? Jika belum, saya akan jelaskan secara singkat. Sepasang bidadari adalah 2 orang wanita yang berharga dan bisa mempercepat kehidupan seseorang. 2 orang wanita mulia itu adalah ibu dan istri. Bagi kamu perempuan bisa menyesuaikan. Terkhusus untuk ibu, kepada dialah seharusnya cinta itu diberikan dahulu. DPkan cinta kita kepada ibu barulah kepada istri. Bahkan jika bisa berikan satu kategori kepada calon pasangan nanti :

“Kamu harus bisa menyanyangi ibuku dibandingkan diriku sendiri”

6. Ahli Photoshop

Lanjut ke langkah selanjutnya. Carilah calon yang keahlian utamanya bukan photoshop. Karena bisa jadi kamu tertipu dari apa yang ada di foto dengan kenyataan.

7. Dimensi Kapasitas

Karena seharusnya yang menjadi syarat utama bukanlah dimensi fisik, melainkan dimensi kapasitas. Carilah dia yang bisa menguatkanmu, bukan dia yang membuatmu terlena dalam kenyamanan cinta berdua. Carilah dia yang bisa melengkapimu, bukan dia yang hanya menuntut darimu.

8. Value System

Setiap orang boleh menentukan seperti apa syarat pasangan idamannya. Sah-sah saja. Tapi pastikan yang paling utama bahwa Value System yang dimiliki sama. Value System ini adalah nilai-nilai utama yang diyakini oleh dua belah pihak. Kalau istilahnya sih se-“kufu” yang artinya kesepadanan. Cara dalam memandang agamanya sama. Agar kedepannya konflik dalam rumah tangga bisa diminimalisir. Value System lain juga bisa dijadikan patokan. Apakah passion, minat, dan visi. Tapi perlu diperhatikan, value system ini bukan hal remeh temeh. Misalkan sang suami gunakan pasta gigi dari tengah, sedangkan sang istri dari bawah. Nah ini bukan masuk value system.

Baca deh tentang Mengapa Nikah Harus Sekufu

9. Broker Cinta

Ada yang salah kaprah dalam memahami menikah tanpa pacaran. Ada satu proses yang dinamakan taaruf. Dan banyak yang menganggap bahwa taaruf itu adalah beli kucing dalam karung. Waaah keliru. Emang kucing mau dijual dalam karung? Biasanya aja kucing dijual dengan kandang. Hehe

Begini. Taaruf itu singkatnya proses saling mengenali. Mengenalinya pun bukan seperti proses PDKT masa kini. Ada saling tukar proposal dan dimediasi oleh pihak ketiga. Biasanya oleh teman atau guru ngaji. Istilah lainnya sih Broker Cinta.

10. Obat Nyamuk

Setelah dua pihak saling baca proposal, ada proses nazhar. Nazhar berarti dua pihak saling melihat dan tetap ada pihak ketiga. Broker cinta berperan disini. Dan seringkali broker cinta menjadi obat nyamuk. Hmmm.

Baca Juga : Nazhar Bukan Sekedar Taaruf

11. Ngomong Langit

Dalam menemukan pasangan, jangan hanya bermodalkan cinta saja. Atau juga berharap yang berlebihan kepada calon pasangan ataupun mediasi dari Broker Cinta. Tetaplah berdoa kepada Dia yang memiliki hati ini. Berdoalah seiya-iyanya tanpa filter. Gunakan bahasa yang bebas. Ngomong pada langit. Begitulah.

12. Reuni dan Kesempatan

Dalam upaya penjemputan  jodoh impian, cobalah katakan ya pada kesempatan. Kesempatan yang halal pastinya. Bisa tadi seperti mediasi dengan Broker Cinta. Atau cara yang tak kalah menarik, hadir di reuni. Reuni SD, SMP, SMA, atau kuliah. Karena bisa jadi dia yang dulu tak dinggap tetapi kini begitu menawan. Jadi manfaatkanlah reuni sebaik-baiknya. Bahkan juga kepada mantan. Karena mantan itu adalah alumni hati. Bisa jadi ketemu kembali.

Baca juga : Kamu Pacaran atau Darah Murni?

13. Ekspektasi & Obsesi

Dua kata ini begitu menarik disampaikan oleh pemateri. Mengubah ekpektasi menjadi obsesi. Ekspektasi bermakna apa yang kita harapkan. Sedangkan obsesi bermakna apa yang kita usahakan. Misalkan, ekspektasi inginkan calon suami yang shaleh. Maka obsesinya adalah menjadi calon istri yang shaleh. Jadi jika ekspektasi berkaitan dengan objek, sedangkan obsesi berkaitan dengan subjek.

14. Positive Illution

Positive Illution. Bukan hanya pada proses pernikahan, tapi juga sepanjang kehidupan. Positive Illutiion ini sederhananya mengingat kebaikan seseorang. Sehingga berbagai pikiran negatif kita terhadap seseorang bisa perlahan minimalisir dan hilang.

15. Pasangan Khayalan

Sudah terlalu lama berkhayal? Atau bahkan sudah bosan dengan seminar pra nikah. Ada baiknya sampaikan ke panitia.

“Jangan hanya siapkan acaranya, tapi juga pasangannya”

Nah itulah 15 istilah menarik yang akan kamu temukan di seminar pra nikah. Kamu punya istilah menarik lain? Silahkan komentar dibawah ya. Mana tahu bisa jadi inspirasi baru.

Keep writing, always inspiring!

Rezky Firmansyah
Passion Writer
Founder Passion Writing Academy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *