Memaknai 3 Pernikahan Istimewa, Sadarilah Bahwa “Hidup” Ternyata Baru Saja Dimulai

Wedding-Bands

 

Sekitar setahun yang lalu, saya menuliskan kisah tentang pernikahan Rafi dan Gigi. Pernikahan yang super mewah dan menggangu sebagian besar orang. Bagaimana tidak? Mempublikasikan pernikahan dengan cara mengambil hak orang lain untuk menonton televisi. Seolah mereka berkata “kalian para mantan, menyesallah sudah menyia-nyiakan aku”

Berpindah dari pernikahan Rafi dan Gigi. Beberapa hari belakangan saya menemukan pernikahan unik dan istimewa lain. Benazio dan Vendryana. Pasangan ini mengedepankan kreativitas.  Tokoh Youtuber di Indonesia ini membuat pernikahannya istimewa dengan Digital Wedding. Wow. Selengkapnya kamu bisa tonton channel mereka di Digital Wedding Benazio Vendryana

Tapi bagi saya ada pernikahan yang lebih berkesan. Pernikahan indah 2 insan dan disatukan dalam tulisan di pangeransurga.wordpress.com. Yap mereka adalah Teh Pewski dan Kang Ulum. 2 trainer muda dengan spesialiasi yang unik.

Pernikahan, memang suatu momen yang sakral dan ditunggu oleh banyak orang. Bukan hanya bagi pasangan saja. Termasuk orang tua yang sudah lama menanti menantu dan saatnya menggendong cucu. Atau bahkan bagi teman lain yang udah pada nagih setiap lebaran dengan pertanyaan kok masih sendiri. Atau bahkan juga bagi para mantan yang menunggu kapan akhirnya dia menyusul. Momen yang ditunggu banyak pihak. Ya memang.

Setiap orang memang memiliki pilihan untuk merayakan pertemuan mereka di pernikahan mau seperti apa. Apakah dengan 3 cara diatas? Kemewahan, kreativitas, dan keindahan. Atau dengan cara lain yang terkesan sederhana pun tidak masalah. Semua punya pilihan dan berhak memutuskan. Jadikanlah momen ini sebagai momen yang benar-benar indah. Dan juga pastikan memulai segalanya dengan cara yang halal.

Berbicara mengenai hukum dan aturan agama, kamu bisa pelajari kepada yang lebih ahli. Apa saja hukum yang harus dipenuhi dan apa saja yang harus dihindari. Saya bukan pakarnya untuk membahas hal ini. Hanya saja saya memiliki cara pandang yang unik yang layak dijadikan pertimbangan dan referensi.

Bukankah momen ini ditunggu-tunggu? Momen yang indah dan dinanti. Tapi ingat kembali bahwa momen ini berarti pasangan baru saja memulai hidupnya yang baru. Momen ini bukan garis finish. Layaknya perlombaan, pernikahan menjadikan mereka sudah resmi dan sah terdaftar dan baru boleh memulai perlombaan. Tapi tentu saja bukan perlombaan lari tentang siapa cepat dialah yang menang. Melainkan lomba lari estafet yang mana setiap pemain memiliki perannya masing-masing, saling melengkapi dan bekerjasama untuk mencapai garis finish. Garis finish yang sangat jauh dan harus diperjuangkan bersama. Surga Allah yang mampu menjadikan pasangan sebagai jodoh dunia akhirat.

Pastikanlah bermakna. Pastikan pernikahan bukan hanya sekadar ajang pamer belaka. Ingat, pernikahan hanya menjadikan pasangan barulah resmi terdaftar. Jangan sampai terlena dengan keadaan.

Baca juga : 13 Fenomena Unik dari Pernikahan Ala Mahasiswa

Sedangkan bagi kamu yang masih menunggu, bersabarlah menunggu waktu itu. Semua hal indah ada saatnya. Sambil terus menunggu, teruslah menanti dengan cara yang indah. Sehingga kelak di garis start yang resmi, rasa canggung pun bisa berkurang. Hingga bersama bisa berlari bersama.

Lalu aku dan kamu, kapan kita bertemu?

 

Keep writing, always inspiring!

 

Rezky Firmansyah
Penulis Buku Tersebar di 5 Benua
Founder Passion Writing Academy

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *