3 Pesan Guru dari Kung  Fu Panda 3

Kekuatan sejati dari segala keahlian

Aku tidak perlu merubahmu menjadi diriku. Aku hanya akan merubahmu menjadi dirimu. (Guru Shifu)

Pesan ini disampaikan oleh Guru Shifu ke Po. Po yang polos tentu saja bingung. Termasuk saya saat itu. Apa maksudnya?

Inilah hal menarik dari film Kung Fu Panda. Mulai dari episode 1, 2, dan 3 selalu sarat akan makna. Dan kali ini saya akan bercerita apa yang saya dapatkan dari Kung Fu Panda 3.

Pencarian jati diri. Inilah salah satu PR terbesar dalam kehidupan siapapun. Penting. Sangat penting. Bahkan hadist mengatakan barangsiapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya. Terlepas dari kebenaran hadist ini, layak direnungkan bahwa mengenal diri itu sangat penting,

Penting tapi sulit dilakukan. Tapi tenang. Sulit bukan berarti tidak bisa dilakukan bukan? Waktu yang paling menggalaukan tentang jati diri sekitar umur 20an. Bahkan ada penelitian yang mengatakan perempuan lebih dahulu labil dalam menemukan jati diri, 15-18 tahun. Sedangkan laki-laki di umur 19-21 tahun. Terlepas dari valid atau tidaknya penelitian tadi, yang paling penting adalah sudahkah kita menemukan jati diri?

Dengan menemukan jati diri maka kita akan lebih mudah dan terarah dalam menentukan tujuan hidup. Bahkan ada quote menarik :

Purpose of life is a life of purpose (Robert Bryne)

Ada banyak pengertian jati diri. Sederhananya jati diri adalah identititas dari diri kita sendiri. Kelemahan dan kekuatan adalah bagian kecil dari identitas diri. Ada banyak lagi. Visi, potensi, panggilan hati, keunikan, dan lain sebagainya yang membuat dirimu berkata “Ini Loh Gue”.

Lalu apakah jati diri itu harus dicari? Saya menganggap ya. Dicari dan dibentuk. Dan itu ada di dalam diri manusia itu sendiri. Maka betullah pesan dari Guru Shifu tadi.

Aku tidak perlu merubahmu menjadi diriku. Aku hanya akan merubahmu menjadi dirimu

Kita tidak perlu berubah menjadi orang lain yang lebih wow kelihatannya. Karena kamu bukanlah dia. Maka ikhlaskanlah dia untuk menjadi dirinya seutuhnya dan fokuslah pada pembentukan dan pencarian jati diri yang ada di dalam diri.

Guru Shifu juga mengajarkan sebuah kebijakan bagi kita semua. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menjadi seperti kita. Karena memang sudah berbeda. Karena jati diri itu terdiri dari visi, potensi, panggilan hati, dan juga chi.

Chi dalam Kung Fu Panda berarti energi yang bisa ditularkan ke orang lain. Memberikan pengaruh besar dan positif untuk sebuah perubahan. Mungkin ada yang menganggapnya aura. Ada juga yang mengatakannya haki seperti halnya Luffy di One Piece. Tapi ada juga yang menyangsikan hal ini. Bukan masalah. Tidak perlu saling mendebat. Bagaimana jika saya menyimpukan bahwa haki adalah potensi dalam diri seseorang untuk berbuat baik? Setuju?

Ya begitulah peran chi dalam jati diri. Maka siapapun memiliki hal ini. Memiliki visi, potensi, panggilan hati, dan chi. Juga ada beberapa hal tambahan lainnya. Seperti keunikan.

Po adalah Ksatria Naga. Dari namanya mungkin saja orang menganggap bahwa Ksatria Naga adalah seorang yang gagah perkasa, berkharisma, tegas, dan berbagai hal WOW lainnya. Tapi keunikan berperan disini. Po sebagai ksatria naga memiliki beberapa keunikan salah satunya humoris. Dan begitu pula keunikan dalam kehidupan. Ada hal hal unik yang sebaiknya kita maklumi. Tidak bijak tentunya kita memaksakan seseorang harus sempurna seperti yang kita harapkan. Asalkan keunikan itu berpengaruh positif, thats no problem.

Sejalan dengan pesan dari guru Oogway kepada Kay :

“Semakin banyak yang kau ambil maka semakin sedikit yang kau terima” (Guru Oogway)

Setiap orang memiliki kapasitasnya masing-masing. Memang ada wadah besar yang kita punyai. Tapi bukan berarti kita harus memaksakan kehendak dan memiliki segalanya. We live not to do everything. We live to do something and make it amazing.

Jika kamu masih bingung dalam menemukan jati diri, salah satu solusinya adalah tes. Ada banyak tes yang bisa membantu. STIFIN, MBTI, Personality Test, Holland Type adalah sedikit dari banyak tes yang bisa membantu. Saran saya, jangan percayai satu metode secara mutlak. Gabungkan beberapa hasil dan temukan “Ini Loh Gue”.

Lalu, bagaiamana dengan visi? Sesungguhnya visi bukanlah dicari. Visi sebenarnya Given dari Sang Pencipta. Dan 2 visi dari seorang Hamba Allah tercantum jelas.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ”Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, ”Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana. Sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, ”Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al-Baqarah : 30)

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS Adz Dzariat : 56)

Ada 2 visi disini. Ibadah dan Khalifah. Caranya bagaimana? Kita memiliki kebebasan untuk menyusun strateginya. Bahkan penyusunan kata-kata dalam visi pun bisa jadi berbeda. Tapi tetap, tujuan kita sama. Menjadi seorang penulis, pengusaha, politikus atau apapun. Asalkan sesuai dengan visi yang sudah bersifat GIVEN, maka jalanilah. Bukan saling iri hati, melainkan bersinergi.

Kekuatan sejati kalian dari segala keahlian kaian. Jadi siapa diri kalian? Apa keahlian kalian? Apa yang kalian sukai? Apa yang menjadikan diri kalian? (Po)

Keep writing, always inspiring!

***Di penulisan kali ini saya menggunakan metode Creative Writhink. Yap writhink. Ini bukan typo. Jika kamu ingin belajar lebih banyak saya menyarankan untuk mengikuti 2 event terdekat saya. Pertama, 15 April 2016 workshop menulis “Meraih Puluhan Juta dari Menulis” di Surabaya. Dan kedua, 18 April ada 40DMO (40 Day Mentoring Online) terbuka umum dimanapun kamu berada asalkan terhubung dengan internet.

Tapi, kabar buruknya 2 event keren ini sangat terbatas. Jadi bagi kamu yang serius untuk menulis buku dan menghasilkan karya terbaik di 2016 segera daftarkan nama di Whatsapp 085363949899.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *