Melatih Kreativitas Menulis di Penampilan Pertama sebagai Stand Up Comedy

Teknik Stand Up Comedy

Hari Minggu lalu, entah kenapa saya ditodong oleh pengurus untuk menampilkan stand up comedy di inagurasi Forum Lingkar Pena Surabaya. Sungguh ini sebuah kelucuan. Ya gimana nggak. Orang seperti saya disuruh nampil stand up comedy. Hmm.

Tapi nggak masalah. Saya mencoba hal baru ini. Nah bagi kamu yang masih awam banget di dunia stand up comedy (sama seperti saya), saya akan beri sedikit bantuan. Berikut adalah script stand up comedy yang saya tulis beserta keterangan teknik yang saya gunakan dan ekspresi penonton (seingat saya) . Untuk hasil lebih baik, silahkan tonton dulu video Raditya Dika tentang Teknik-Teknik Stand Up Comedy  dan baca tulisan saya sebelumnya tentang 5 Step Stand Up Comedy yang Membuat Tulisanmu Lebih Hidup dan Menarik Dibaca

***

Assalamualaikum wr wb

Perkenalkan bagi yang belum kenal. Nama saya Rezky Firmansyah. Dan ini adalah kali pertama saya tampil sebagai stand up comedian. Tepuk tangan buat FLP sebagai penonton pertama sekaligus memberikan kesempatan. Terutama kepada Mbak Ratna yang entah kenapa saya ditodong membawa stand up comedy. (Disini saya dicie-ciekan dan diberi tepuk tangan)

Tapi nggak apa-apa. Karena semua keahlian dimulai dari kebiasaan. Semua hal  besar dimulai dari hal kecil. Persis seperti kata pepatah. Sedikit demi sedikit, lama lama menjadi? Bukit? Salah. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi sakit. Karena rasa sayang kepada mantan itu walaupun hanya sedikit bakal buat sakit.  (Teknik hiperbola)

Oke kali ini saya akan membawa kegelisahan tentang jomblo dan mantan

Banyak dari mereka yang nggak mau ngaku jomblo. Maunya ngaku single. Benar gak sih? Emang apa sih beda jomblo dan single? Padahal sama-sama 6 huruf. J-o-m-b-l-o dan s-i-n-g-l-e. (Penonton mengiyakan)

Ada yang bilang kalau jomblo itu nasib, single itu prinsip. Ada yang setuju?

Lah gak usah ngaku-ngaku mas. Paling jomblo juga kan? (Sambil menujuk penonton dan menggunakan teknik riffing)

Sebenarnya apa sih bedanya?

Setelah di survei nih, katanya jomblo itu : nasib pengen nembak tapi selalu ditolak, diputusin sama mantan tapi masing sayang dan ngarep balikan, atau mantan udah nikah si jomblo masih aja belum move on.

Nah kalau single sih biasanya ngasi alasan : elegan, pengen fokus ke karir dan pendidikan dulu. Gak pernah pacaran karena gak ada waktu. Ataupun punya sosok ideal layaknya Aliando di Ganteng-Ganteng Serigala. (Teknik rule of three)

Kenapa sih selalu ada perbandingan antara jomblo dan single? Dan hasilnya jomblo seringkali dijadikan bahan bully. Apakah jomblo adalah makhluk yang hina? Atau kumpulan virus yang harus dimusnahkan? Nggak juga kan? Atau yang lebih parah. Emang jomblo itu membawa ancaman bagi hubungan kamu dengan si dia?

Sama juga dengan LGBT dan ISIS. Kenapa sih mesti risih dengan LGBT dan ISIS. Padalah itu kan sebuah kewajaran. Normal. Dibutuhkan bahkan. LGBT misalkan. Lelaki Ganteng Banyak Taubat. (Penonton tertawa tepuk tangan) Kita butuh ini. ISIS? Istri Shalehah Idaman Suami. (Penonton juga tepuk tangan) Kita juga butuh ini. Jadi udahlah nggak usah risih gitu. Ya kan?

Bagi jomblo ataupun single yang sama-sama sendiri, ada nilai tertentu yang harus ditambahkan. Yang mana jika kamu bisa menerapkan ini, jangankan melupakan mantan, tapi jodoh mengantri sangat memungkinkan. Nah saya ambil dari filosofi sederhana mentor saya di CerdasMulia. Iman – Ilmu – Impact. Iman adalah hubungan dengan Tuhan. Ilmu adalah kualitas diri. Dan impact adalah kontrubusi untuk masyarakat. Dan jika kita semua, bisa meningkatkan 3 I tadi, percayalah hidup akan jauh lebih hebat. Saya menamakannya ini dengan upaya penyelamatan jomblo Indonesia. (Nilai yang diberikan)

Dan bagi teman-teman yang masih Jomblo dan muda ataupun udah nggak jomblo dan tua, tunggulah karya saya yang bisa menyelamatkan banyak generasi muda Indonesia. Mari doakan yak 😀

Tapi jujur saya dulu pernah pacaran. Dulu pas SMP saya playboy. Punya banyak pacar. Lebih dari satu, dua. Karena dua pacar cukup. (Penonton tertawa). Tapi ya begitu. Pacaran cuma status doang. Ketemu cuma sesekali. Jalan bareng pun nggak pernah. Bermodalkan SMS karena zaman dulu kan belum ada Whatsapp, Line, BBM, (kasi jeda) Premium, Pertamax kayak sekarang.  (Teknik on liner)

Saya punya dua mantan saat itu. Kisah putus dengan mantan pertama ini unik. Dia itu putusin saya dan kembali ke mantannya karena kasihan dengan si mantannya dulu. Alasan apa-apaan. Lalu saya mau diabaikan gitu?

Tapi nggak apa-apa. Itu sudah berlalu. Dan saya percaya dia menyesal sudah meninggalkan saya. Tapi untungnya mantan pertama sekarang udah nikah. Dan Alhamdulilah udah punya anak. Untungnya anaknya gak mirip saya. Kalau mirip malah nambah perkara sama suaminya. (penonton tertawa). Tapi uniknya teman-teman, saya itu nggak diundang pas pernikahannya. (penonton tertawa) Saya tahu dia nikah dari temannya dia yang juga temannya saya. Nggak tau alasannya kenapa. Mungkin dia menghindari untuk menumbuhkan rasa rasa yang dulu pernah ada. (saya dicie-ciekan)

Itu tadi mantan pertama. Nah kisah dengan mantan kedua ini lebih menarik. Hampir hampir sama dengan mantan pertama. Pacaran cuma beberapa minggu. Modal SMS doang dan nggak pernah jalan bareng pas pacaran. Dan putusnya itu, nyesek banget. Alasannya “aku masih sayang dengan mantan aku”. Alasan macam apa lagi ini! (Teknik act out)

Dua kali saya pacaran dan dua kali punya kenangan nggak enak dengan mantan. Tapi nggak apa-apa. Karena berakhirnya hubungan kita dengan seseorang berarti Tuhan menyelamatkan kita dari hubungan yang salah. (penonton tepuk tangan)

Sejak saat itu hubungan saya dengan mantan kedua ini jadi gak enak karena alasan aneh tadi. Tapi semakin bertambahnya umur, saya dan dia pun makin dewasa. Kami sudah saling menerima. Walaupun saya pribadi sempat ada rasa-rasa nggak enakan. Tapi saya menemukan cara. Karena cara ini, hebatnya hubungan saya dengan mantan ini bisa plong.

Ada disini yang punya hubungan gak enak dengan mantan? Ada yang pengen move on dan move up dari mantan? Ada? Kalau nggak ada mungkin bisa pura-pura aja. Nggak usah malu-malu gitu. (Menunjuk penoton dan menggunakan teknik riffing lagi)

Nah cara ini saya dapatkan di tahun 2012. Saat itu saya baca sebuah buku yang judulnya The Magic. Jadi di salah satu babnya tentang menghadapi relasi yang rusak dia memberikan tips begini. (saya memberikan review singkat dari tulisan tentang tips jika ingat dengan mantan)

Tips ini bisa teman-teman lakuin. Silahkan powerful. Karena sesuai dengan Al-Quran Ibrahim ayat 7 yang berbunyi dst :

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Sejak tamat SMP saya nyaris gak pernah bertemu dengan mantan saya tadi. Karena memang kami beda SMA dan kuliah. Terakhir kali kami bertemu itu di tahun 2013. Saat itu saya launching buku kedua, What Amazing You. Dia pun membeli buku saya dan saya mengantar ke rumahnya. Sesingkat itu aja. Nggak ada sampai ketemu orang tuanya segala. Tips ini bisa teman-teman lakuin kalau mau modus sama si doi. (Tepuk tangan)

Tapi yang lebih menarik adalah beberapa bulan yang lalu. Ketika itu kakaknya mantan nikah dan saya dapat undangannya melalui line. Lalu kami pun chat gitu. Sedikit nostalgia kenangan. Dan menariknya, menariknya adalah ketika pembicaraan tentang buku. Saya sempat bilang :

“Kita nggak pernah ketemu lagi. Palingan cuma chat doang. Jadi kita nggak salingg tahu bagaimana keadaan sebenarnya. Jangan berekpektasi terlalu tinggi.”

Tapi dia malah jawab :

“Memang benar kita gak pernah ketemu. Tapi buku yang kamu kasih dulu itu paling nggak adalah sebuah jawaban. Kalau kamu jauh lebih baik dari dulu”

(tepuk tangan dan cie-cie)

Kesimpulan, seburuk apapun masa lalumu, selalu ada masa depan yang cerah. Pun dulunya kamu punya pacar di masa lalu, selalu ada harapan kamu punya jodoh yang baik asalkan kita baik. Dan yang paling penting. Jatuh cintalah kepada penulis. karena jika engkau jatuh cinta kepada penulis, maka engkau akan hidup selamanya. (Teknik rule of three)

Terima kasih saya Rezky!

Wassalamualaikum wr wb

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *