Ikhlas Itu Susah? Mulailah Belajar dari 7 Hal Kecil Ini

Ikhlas itu mudah

Belajar ilmu ikhlas memang tidak mudah. Tapi bukan berarti mustahil kan?

Saya pun teringat dengan film yang mungkin kamu pernah nonton juga. Kiamat Sudah Dekat. Pernah nonton kan? Ada di satu scene yang mana si tokoh utama lelaki diberi tantangan oleh Pak Kiai, yang punya anak perempuan satu-satunya. Tantangan itu diberikan kepada si lelaki untuk bisa menikahi anaknya tadi. Satu persatu tantangan bisa terlewati. Hanya saja di tantangan terakhir, si lelaki mulai keteteran.  Belajar dari manapun. Internet, orang tua, buku dan sebagainya. Bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan pesaing yang lain, lulusan Mesir yang juga berniat menikahi wanita idamannya. Dan kamu tahu, apa tantangan tersebut? Ya ilmu ikhlas. Ajaib, si lelaki ini berhasil melewati tantangan tersebut. Penasaran? Nonton dan resapi kembali deh film Kiamat Sudah Dekat.

Kali ini, saya ingin berbagi sedikit hal tentang ilmu ikhlas ini. Jujur, saya pun masih terus belajar untuk hal ini. Dan saya berterima kasih kepada ayah terbaik yang sudah mengajarkan keikhlasan dengan cara terbaik. Kisah ini pernah saya tulis di edisi “Menyanyangi Tanpa Disadari, Pendidikan Indah Seorang Ayah.”

Daripada banyak nanya apa definisi atau bagaimana caranya ikhlas, lebih baik kita mulai dari hal sederhana. Apa aja sih yang harus kita ikhlaskan?

  1. Ikhlaskan Ketika Orang Lain Lebih Baik

Ini penyakit hati yang paling sering dialami oleh banyak orang. Terutama bagi anak muda yang semangatnya menggebu-gebu untuk meraih banyak prestasi. Ingin mendapatkan juara pertama di segala hal. Dengan usahanya yang keras dan disiplin, dia pun berhasil mencapai tujuannya. Tapi tentu saja keberhasilan tidak akan selalu didapatkan. Ada kalanya berada di bawah dan gagal. Ada kalanya bahkan seringkali orang lain lebih baik. Maka ikhlaskanlah. Karena diatas langit masih ada langit. Teruslah belajar dan tetap rendah hati. Stay foolish, stay hungry.

  1. Ikhlaskan Ketika Gagal Berkali-Kali

Sekali mencoba gagal. Dua kali mencoba masih gagal. Tiga kali mencoba tetap gagal. Sampai kapan kegagalan ini terjadi? Pernah merasakan hal yang sama? Ya sayapun pernah. Tapi gagal berkali-kali bukan alasan untuk menyerah. Saya percaya kamu pasti sangat ingat dengan pesan dan pelajaran dari Thomas Alva Edison yang gagal ratusan kali dalam menemukan bola lampu. Dia terus berusaha dan mencoba. Responnya ketiga gagal pun tetap positif dan MEMBERDAYAKAN.

“Aku bukan gagal 999 kali. Aku hanya menemukan 999 cara lain yang membuat ini tidak berhasil dan mendekati keberhasilan”

Applause!! Powerful. Ya mungkin tidak akan semudah itu melakukannya. Tapi tetaplah ambil semangat tersebut. Ikhlaskan kegagalan dan lakukan evaluasi untuk hasil yang lebih baik. Ditambah lagi Allah sudah mengingatkan :

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” (QS Al-Insyirah : 5-8)

  1. Ikhlaskan Ketika Mendapatkan Musibah

Siapa sih yang gak pernah mendapatkan musibah? Siapapun pernah. Anggota keluarga yang meninggal, rumah kebakaran, gagal di ujian dan berbagai musibah lainnya. Hanya saja yang membedakan seseorang adalah responnya. Apakah dia mengeluh dengan musibah atau mencari hikmahnya? Ikhlaskanlah musibah yang terjadi dan carilah hikmahnya. Karena percayalah, Allah mencabut hal tersebut untuk menguji, memberikan pelajaran, dan menaikkan kelas kehidupan kita. Ikhlaskanlah.

  1. Ikhlaskan Ketika Perlakuan Baik Diabaikan

Melakukan hal baik dicuekin? Pernah? Pasti sering. Apakah karena diabaikan kita berhenti untuk berbuat baik? Apakah karena tidak dilihat orang lain lalu berhenti untuk berbuat baik? Sungguh merugi jika penilaian orang lain yang membuat kita berbuat baik atau tidak. Toh manusia gak melihat tapi Sang Pencipta pasti melihat kan? Lalu kenapa berhenti? Padahal ketika tidak dipuji, dilihat, bahkan diabaikan orang lainnlah kita belajar keikhlasan.

  1. Ikhlaskan Ketika Melakukan Hal Benar Lalu Dibenci

Nah ini juga. Seringkali kita takut berbuat benar karena menghindari kebencian orang lain. Yaelah. Sebenarnya siapa sih harus ditakuti? Manusia atau yang menciptakan manusia? Nabi sudah memberikan contoh ini ratusan tahun sebelum kita lahir. Lah manusia sesempurna itu saja tetap ada yang benci, nah kita? Hatters gonna hate. Selalu ada hatters dari apa yang kita lakukan. Maka tetaplah berbuat benar dan ikhlaskan kebencian orang lain.

  1. Ikhlaskan Untuk Melepaskan Mantan dan Kenangan

Ehem. Ini dia part yang kamu tunggu-tunggu. Saya percaya itu. Memangnya apa kaitan keikhlasan dengan melepaskan mantan dan kenangan? Ya ada! Banyak malah. Karena dari hubungan inilah dua orang yang (katanya) saling mencintai mendapatkan banyak pengalaman dan kenangan. Lantas, ketika dikecewakan lalu diputuskan karena alasan “kamu terlalu baik buat aku”, bagaimana mungkin bisa melepaskan? Sakit tau sakit! Ya itulah mungkin respon kamu yang mengalami. Padahal jika kamu mau lebih peka dan bijaksana, putusnya hubungan pacaran adalah cara indah Allah menyelamatkanmu dari hubungan yang salah. Percayalah itu. Nah caranya move on gimana? Baca dan praktekkan tulisan saya edisi “Kamu Kok Bisa Move On”

  1. Ikhlaskan Karena Kita Tidak Bisa Melakukan Segala Hal

“We live not to do everything. We live to do something and make it amazing”

Keren banget quote-nya ya. Hasil perenungan cukup panjang. Tapi ini benar. Kamu harus percaya ini. Karena kita tidak bisa melakukan segalanya di dunia ini. Karena Allah Maha Adil. Sudah memberikan porsi yang berbeda-beda. Jika kamu jago di negosiasi, mungkin saja lemah di administrasi. Jika kamu jago di menyanyi, mungkin kamu lemah di melukis. Dan berbagai contoh lain yang bisa kamu dapatkan. Dan itu juga cara indah Allah menunjukkan keadilannya. Maka ikhlaskan ketika kita tidak bisa melakukan semuanya. Fokuslah pada kekuatan dan dukung orang lain untuk mencapai tujuan. Kenapa enggan sukses bersama?

Ikhlas itu mudah

Sekali lagi, ikhlas itu memang tidak mudah. Tapi bukan berarti mustahil. Diam saja tidak akan memberikan hasil. Maka mulailah berlatih dengan hal kecil. Ikhlaskan beberapa contoh diatas. Dan jika kamu ada hal lain yang mungkin bisa diikhlaskan, boleh komentar dibawah.

Ehya, sebenarnya ada rahasia dari keikhlasan ini. Penasaran?

“IKHLAS = Ini Kekuatan Harus Latihan Agar Sukses”

 

Keep writing, always inspiring!

 

Rezky Firmansyah
Penulis Buku Tersebar di 5 Benua
Founder Passion Writing Academy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *