Sampai Kapan Menjadi Pengagum dan Penikmat Karya?

23215243-Concept-of-idea-with-colorful-crumpled-paper-Stock-Photo-innovation-idea-creative

Ada sebuah masa dimana seseorang akan bertahan lama di satu titik. Tidak kemana-kemana. Hanya bertahan disana saja. Titik ini bernama penikmat dan pengagum. Mengagumi para pekarya dan menikmati hasil karya mereka. Ya disana-sana aja. Gak kemana-mana. Salahkah?

Pagi ini, saya di BBM oleh seorang teman karena prestasi Messi meraih Ballon D’or. Balasan saya sederhana :

“Terus?”

Saatnya Menjadi Pekarya
Saatnya Menjadi Pekarya

 

Bukan bermaksud sinis atau gimana. Tapi respon ini cukup masuk akal. Ya jadi aku kudu piye? Mesti bilang WOW gitu? Trus anggap Ronaldo kalah hebat dibandingkan Messi “hanya” karena sebuah penghargaan? Nah terus kita yang melihat mesti apa? Toh bukan kita kan yang mendapat Ballon D’Or nya? Oke mungkin ada yang mengagumi Messi. Nah terus? Be open minded dulu. Jawab pertanyaan sederhana ini, untuk apa kita terus-terusan mengagumi seseorang? Oke gak masalah misalkan kamu menjadikannya sebagai motivasi. Tapi kalau hanya mengagumi dan nyaman dengan rasa itu, apa yang kamu dapat?

Sama halnya dengan banyak karya yang dihasilkan oleh para pekarya. Animasi, ilustrasi, vlog, buku, gerakan dan berbagai karya bermanfaat lainnya. Sampai kapan sih hanya menjadi penikmat dan pengagum?

Jangan terdiam dalam sebuah fase kenyamanan. Menganggap seseorang WOW banget dan diri ini hanya butiran debu. Karena seharusnya, dimanapun posisi kita sekarang, naik kelas merupakan sebuah kewajiban.

Jika kamu penikmat fotografi, mulailah bermain dan berkarya dengan foto

Jika kamu penikmat vlog, mulailah desain vlog yang menginspirasi

Jika kamu penikmat buku, mulailah menulis buku yang mengubah

Dan jika kamu beralasan tidak ada bakat, maka merenunglah sejenak. Karya apa yang ingin kamu hasilkan selama hidup ini. Karena manusia bukanlah binatang yang hidup tanpa akal dan kreativitas. Jangan rendahkan dirimu hanya karena terlalu lama nyaman dengan mengagumi dan menikmati. Dunia begitu indah untuk dilalui dengan berdiam diri. Percayalah, dunia butuh karya-karya yang mengubah. Bukan butuh para penikmat yang hanya nyaman dan diam. Mulailah berkarya dan nikmati resiko yang ada. Ayo naik kelas dan jadi lebih baik!

 

Keep writing, always inspiring!

 

Rezky Firmansyah
Penulis Buku Tersebar di 5 Benua
Foounder Passion Writing Academy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *