4 Tips Mengubah Kebingungan Menjadi Kesempatan

kebingungan

Saat saya menulis draft tulisan untuk blog hari ini, saya  cukup kebingungan di dalam bus perjalanan Surabaya ke Malang. Mau lakuin apa. Dan hasilnya ada tulisan kali ini. Trip kali ini dalam rangka persiapan untuk “merusuh” di nikahan Jawwad yang sudah saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Dan juga meet up bareng alumni ISLC UI 2011 yang juga ikutan “merusuh.” Terlepas dari itu semua saya percaya bahwa ada something yang bisa didapat dari pertemuan besok. Tunggu saja ceritanya atau update di IG : @rezky_passionwriter

kebingungan
Mengatasi Kebingungan Menjadi Kesempatan

Menarik memang jika membahas tentang kebingungan. Apakah itu gejala yang dianggap wajar? Sebenarnya tergantung situasi. Bisa dianggap wajar karena berarti itu tanda kita sedang berpikir. Tapi jadi gak wajar jika terus-terusan bingung. Karena minimal 17 kali dalam sehari kita sudah meminta petunjuk “tunjukilah aku jalan yang lurus.” Jadi apa maknanya doa dan permohonan kita selama ini? Apakah hanya sekedar menggugurkan kewajiban? Memang, butuh perenungan untuk menemukan jawabannya.

Daripada terlalu lama bingung, lebih baik kita cari solusi dan alternatifnya. Nah berikut tips yang bisa kamu lakukan untuk mengubah kebingungan menjadi sebuah kekuatan :

  1. Kontemplasi Masa Lalu

Kontemplasi dalam artian sederhana berada satu tingkat di atas merenung. Bukan hanya merenung tanpa arah. Tapi kontemplasi untuk mencari makna. Ada banyak topik yang bisa kamu bawa dalam kontemplasi. Misalkan saja : apa visi hidup saya. Apakah benar ini passion saya. Bagaimana cara meraih resolusi 2016. Bisa juga bagaimana caranya resepsi di 2016.

  1. Aktivitas Produktif Mandiri

Apa yang kamu lakukan ketika sendirian? Stalking IG mantan? Wow, ini 2016 loh. Ternyata modus itu masih berlaku juga. Tapi coba deh naik kelas. Lakukan aktivitas produktif mandiri. “Paksa” otak untuk bekerja. Misalkan free reading, mulai dari buku yang masih tertumpuk, blog walking di blog favorit kamu (termasuk rezkyfirmansyah.com), atau e-book yang ada di hp. Baca apapun deh. Jangan biarkan diri terlalu lama kebingungan. Pastikan ada gizi yang masuk ke dalam otak. Hal bergizi yang masuk, maka hal hal bergizi yang akan keluar. Nah kalau gak ada yang masuk? Pantas aja sering bingung 😛

  1. Productive Chatting

Jika sebelumnya hanya mandiri, kali ini secara kelompok. Seperti yang sudah saya tuliskan di “Productive Chatting, Mengotimalkan Grup Online Sebagai Solusi Baper, Kick, dan Leave Grup”. Kamu bisa diskusi sehat di grup. Membahas tentang suatu solusi.  Atau chat dengan seseorang dengan memiliki tujuan pastinya.

Ohya, ada saran. Saya dapat ini dari sahabat saya. Jika chat, hati-hati dengan rasa nyaman. Karena rasa nyaman itu akan mengalahkan segalanya. Mengabaikan laki-laki dan perempuan. Jadi kalau sudah mulai curhat, ups siap-siap saja. Jangan baper maksudnya. Biasa aja gitu.

  1. Memaknai Tontonan

Kamis kemarin, setelah mentoring menulis di Universitas Negeri Surabaya, saya menyempatkan diri untuk menonton bioskop. Pilihan saya jatuh pada IP Man 3.  Saya sangat menyukai film mandarin. Terutama yang berkaitan dengan sejarah, bela diri, dan strategi perang. Ya mungkin inilah salah satu  keunggulan film mandarin dengan Indonesia. Ada unsur sejarah, pendidikan, dan motivasi di dalamnya. Sedangkan di Indonsia? Kita butuh lebih banyak belajar. Daripada hanya complain, yuk create something J

Dalam salah satu scene, ketika IP Man bertarung dengan Mike Tyson, Mike mengatakan :

“Saya berikan waktu 3 menit dan kita tentukan pukulan siapa yang paling cepat. Jika kamu bisa bertahan 3 menit, maka saya tidak akan mengganggumu lagi”

Dalam pemikiran saya, scene ini memberikan makna bahwa hidup kita “dikejar” waktu untuk terus memberikan manfaat. Maka tak ada waktu lama untuk kebingungan. Maka benarlah pesan seorang bijak, jika tidak disibukkan dengan melakukan kebaikan, maka kita akan terjebak dalam kelalaian.

Nah jika selama ini kamu maniak film, mulai sekarang harus naik kelas. Pilah-pilah film apa yang bermakna. Jangan hanya membiarkan diri untuk nyaman menonton film yang “kok aku banget ya”. Setelah itu, buatlah review dari film itu yang menurut kamu memberikan pelajaran. Trust me, this work!

Nah itu tadi tips untuk mengubah kebingungan menjadi kesempatan. Masih punya ide lain? Komentar di bawah ya 😀

 

Keep writing, always inspiring!

 

Rezky Firmansyah
Penulis Buku Tersebar di 5 Benua
Founder Passion Writing Academy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *