7 Hal yang Harus Kamu Pastikan Agar Trip Bermakna

7 hal yang dipastikan

 

Trip akhir tahun edisi Jogja dan Jakarta resmi berakhir. Kini hingga 3 Januari 2016, saya akan berada di Riau, Bangkinang dan Pekanbaru khususnya untuk menikmati liburan dan berbagai project lainnya. Mungkin kamu ada ide yang bisa dilakukan?

Trip perjalanan seperti ini rutin saya lakukan setiap libur semester. Mulai dari semester 1 hingga semester 5. Semarang, Lampung, Jogja, Bandung, Jakarta, Depok, Bogor adalah kota yang pernah saya kunjungi. Bukan main-main sebenarnya trip yang saya lakukan. Walaupun terkesan hanya hiburan di liburan. Karena itu, ada 7 hal yang harus saya pastikan untuk mendapatkan trip yang bermakna  :

1. Pastikan Punya Tujuan

Coba deh ketika kamu naik taksi. Pasti akan ditanyakan “mau kemana”. Dan kalau saja kamu jawab “gak tau” supirnya akan bingung mau dibawa kemana. Sama halnya dengan trip. Pastikan kamu memiliki tujuan mau kemana. Misalkan di Jogja, pengen ke Malioboro. Request deh ke teman kamu sehingga dia bisa membantu. Memang benar, mereka yang sudah tinggal lama akan lebih tahu. Tapi dengan mengetahui keinginan tujuan kemana itu akan sangat membantu,

2. Pastikan Mendapatkan Pelajaran

“Pada dasarnya manusia itu adalah pengelana dalam kehidupan. Terus menerus mencari pembelajaran dan mengetahui seutuhnya makna tujuan.”

Prinsip ini seringkali diabaikan oleh banyak orang. Oleh mahasiswa, teman kosan, kamu bahkan saya. Tak apa, kita bisa mulai kebiasaan yang baru kan? Nah jadi ketika kamu melakukan trip, pastikan ada hal yang bisa kamu jadikan pelajaran. Apakah sebuah nasehat dari seorang teman. Renungan dari kejadian di jalanan. Atau banyak hal. Ohya, pelajaran itu tidak akan datang tiba-tiba. Pelajaran datang ketika kamu MIKIR. Bayangkan saja, dua orang yang mengalami kemacetan yang sama bisa mendapatkan respon yang berbeda. Satu dia mengeluh terjebak, sedangkan satu lagi mengamati dan mencari inspirasi dari kemacetan.

3. Pastikan Mendapatkan Solusi dan Inspirasi

Liburan bukan hanya soal senang-senang. Karena liburan adalah sebuah kesempatan. Akui deh, sebenarnya ketika melakukan liburan ada hal yang kamu tinggalkan. Tak apa sebenarnya rileks sejenak dan melupakan masalah. Tapi akan lebih bijak ketika trip kamu mencari inspirasi dan solusi atas masalah selama ini.

Hal ini saya lakukan ketika berjumpa dengan Ewa di STIS. Wakil Senat STIS ini mempelopori kegiatan STIS BERSERI, program untuk membiasakan BERbagi SEtiap haRI. Inovasi dari ODOT (One Day One Thousand) yang dilakukan oleh salah satu lembaga kemanusiaan untuk saudara di Bumi Syam. Dengan sebuah kebiasan kecil menginvestasikan uang setiap harinya untuk sedekah, ada banyak hal yang bisa diberdayakan. Bayangkan saja setiap harinya hanya Rp 1.000 x 30 hari x 300 mahasiwa (dari 2000 mahasiswa) = Rp 9.000.000 yang siap dibagikan untuk memberdayakan. Dalam pelaksanaan, alokasinya adalah 40% syiar, 30% pendidikan, 30% kemanusiaan.

4. Pastikan Bertemu Orang Baru

Pengusaha selalu memegang prinsip ini, silaturahmi itu memancing rezeki. Karena bisa jadi dia bisa memberikan peluang bisnis baru, kerjasama baru, atau bahkan pembeli yang akan menjadi pelanggan setia. Pun hal ini juga berlaku dalam kehidupan lainnya. Orang baru bisa jadi teman baru, guru baru, bahkan jodoh baru*eh.

Dan ini memang saya lakukan. Ketika di Jogja misalkan, saya mendapatkan banyak kenalan baru di salah satu kegiatan Harian Bernas #KamisMenulis atas saran dari Coachwriter Kunto. Dan disana seru sekali. Saya akhirnya berjumpa dengan Coachwriter Goen yang selama ini hanya berteman di BBM. Bahkan saya mendapatkan buku gratis dari C. Ismul Cokro. Asik kan. Begitu pula di Jakarta. Saya akhirnya berjumpa dengan Mega dan Ana yang merupakan Pejuang #30DWC di UNJ. Dan awalnya saya kenal mereka dari teman lama, Andika Ramadhan, ketua OSIS sekolah MASTER yang juga delegasi ISLC dan wakil ketua BEM FIS UNJ

5. Pastikan Bertemu Orang Lama

Seperti lagu lama,

“Kalau tuan dapat kawan baru sayang, kawan yang lama dilupakan jangan”

Pastikan bertemu dengan teman lama. Membangun kembali silaturahmi yang mungkin saja putus. Atau sudah jarang berkomunikasi. Karena orang lama bukanlah liabilitas, melainkan aset yang kita bisa bekerjasama memberikan dampak positif yang lebih besar kedepan. Kamu akan merasakan ada rasa kebahagian dan respect yang tumbuh sesama kita ketika berjumpa. Bahkan bisa jadi orang lama adalah jodoh. Ya bisa jadi. Karena mantan adalah alumni hati. Mana tahu bisa reuni 😛

Dalam trip ini saya menyempatkan jumpa dengan delegasi ISLC di Jogja, Nela, Retas, Aswin dan di Jakarta, Ewa dan Andika. Saya juga menyempatkan jumpa dengan alumni SMAN Plus mulai dari generasi 7, 11, 12, 13, dan 14. Bahkan ketika di STIS, saya menyempatkan bertemu dengan 5 dari 6 alumni SMAN Plus.

6. Pastikan Bukan Berfoya-Foya

Ini hanya soal kebiasaan. Ada mereka yang memang hobi shopping karena limpahan uang jajan dari orang tua. Ada juga yang melakukan pembenaran karena hasil usaha sendiri. Ya itu hanya pilihan. Tapi coba deh renungkan, ketika melakukan trip masa yang dituju adalah mall? Emang di kota tempat kamu tinggal gak ada mall? Coba deh alokasikan dana untuk hal lain. Seminar, training ataupun membeli barang yang benar-benar dibutuhkan.

7. Pastikan Tetap Berkarya

Nah ini gak kalah penting. Trip dan liburan bukanlah alasan untuk istirahat dalam berkarya. Karena dengan trip kita mendapatkan lebih banyak inspirasi baru untuk dituangkan dalam sebuah karya.

Hal ini saya lakukan dalam menulis di blog. Mulai dari tanggal 13-21 Desember berada di Jogja dan Jakarta, saya tetap menulis di blog tanpa henti. Tidak mudah memang, tapi itulah tantangan. Di tanggal 16 misalkan, saya main futsal hingga jam 11 malam dan listrik di kontrakan tempat saya menginap padam. Saya tetap komitmen untuk menulis blog via mobile, hasilnya bisa baca di “Tingkatkan Kualitas Hobi”. Dan juga di tanggal 20, sebelum dan sesudah kegiatan seharian bersama sahabat saya di Youthcare, saya menyusun draft dan menulis edisi Hari Ibu opini untuk Riau Pos. Alhasil, di Riau Pos edisi 22 Desember kamu bisa membaca opini saya tentang “Hari Ibu sebagai Momentum Berkarya Ibu dan Anak”.

Nah itu tadi 7 hal yang harus kamu pastikan agar trip kamu bermakna. Mungkin kamu ada tambahan yang lain? Silahkan berikan komentar di bawah ya

Keep writing, always inspiring!

 

Rezky Firmansyah
Penulis buku tersebar di 5 benua
Founder Passion Writing Academy
Mau diskusi asik bahas soal Kepenulisan Passion Kepemudaan? Yuk invite 76B4BF69/085363949899 dan juga  follow @rezky_rf9

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *