Skripsi? Skripsweet atau Skripshi*?

skripsi-skripsweet

Semakin hari saya semakin menikmati kehidupan sebagai mahasiswa. Bukan karena semakin banyaknya organisasi yang saya masuki. Atau semakin banyaknya maba cantik yang saya dekati. Sama sekali bukan. Tapi semakin hari di kampus ini saya semakin memahami tentang esensi belajar tiada henti.

Kini saya sudah semester 5 akhir. Dan kini adalah hari pertama minggu tenang UAS. Biasanya akan terbagi menjadi dua golongan mahasiswa. Mereka yang disibukkan dengan tugas yang bertumpuk atau mereka yang memanfaatkan waktu untuk liburan. Dan saya? Tidak di dua golongan tersebut. Karena setiap harinya saya selalu menikmati hari. 😀

Dalam perencanaan, saya akan skripsi di semester 7 (doakan saja, aamiin). Harus diakui, saya bukanlah mahasiswa jenius, periset lomba, ataupun aktivis kampus. Bukan dengan IP empat, organisasi melesat, ataupun yang menikah cepat. Bukan, bukan sama sekali. Tapi ada satu prinsip yang terus saya jalani. Maknai setiap langkah kuliah.

Maknai setiap langkah kuliah. Mulai dari belajar apa, mau ngapain setelah lulus dan seterusnya. Dan yang terpikirkan oleh saya belakangan ini adalah tentang skripsi. Ya memang masih cukup lama. Tapi apa salahnya jika memikirkan mulai dari sekarang? Karena saya kepikiran “salah nggak sih kalau skrpsi itu bisa menjadi solusi?”

skripsi-skripsweet-atau-skripshi

 

Konon katanya banyak jasa yang jual skripsi. Atau yang cukup dimaklumi, skripsi “hanya” syarat lulus. Tapi yang saya pikirkan gimana caranya skripsi ini bisa jadi solusi. Gimana?

Sebelum menulis tulisan kali ini, saya baru saja keluar dari ruangan dosen menanyakan hal ini.

“Bu Ivon, salahkah gak sih kalau skripsi itu adalah sebuah solusi?”

“Ya memang seharusnya gitu Rez. Skripsi itu jadi solusi”

“Tapi kok ada ratusan bahkan ribuan skripsi setiap tahunnya tapi solusinya gak dipakai?”

“Mungkin solusi mereka hanya bersifat internal perusahaan Rez. Jadi hanya meneliti secara internal. Ya memang ada juga yang memberikan solusi secara eksternal.”

Mata saya mulai terbuka. Ternyata memang seharusnya skrisi adalah solusi. Tapi jawaban digunakan secara internal ini belum bisa memuaskan saya pribadi. Ya mungkin bakal ada suara miring yang bilang

“Gak usah sok idealis Rez. Skripsi itu yang penting lulus. Lihat aja banyak mahasiswa yang skripsinya bertahun-tahun. Gak usah sok mikir solusi lah”

Hmmmm, suara miring ini menjadi inspirasi baru sepertinya. Mungkin next time saya akan nulis “rezkyfirmansyah.com Ngomongin Idelisme”. Keren.

Kembali. Apa salahnya jika idealisme dalam skripsi. Toh kita punya pilihan masing-masing kan? Saya hanya ingin mengajak, berpikir diatas rata-rata. Bisa gak skripsimu menjadi solusi nyata untuk masyarakat? Bahkan bisa menjadi buku yang bahasanya membumi. Ya ini sangat mungkin. Layaknya tesis S2 Akmal Sjafril tentang “Buya Hamka, Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Plularisme dalam Agama”

cover-buya-hamka

 

Hingga saat ini, tema skripsi yang saya pikirkan adalah “Mengubah Hobi menjadi Ide Bisnis dan Jalan Kontribusi”. Itu hanya tema. Judulnya menyusul belakangan. Karena tema ini berkaitan dengan misi perusahaan Passion Writing Academy, menebarkan virus passionpreneurship. Ohya sekedar informasi. Di jurusan saya, setiap mahasiswa wajib menulis skripsi berdasarkan project bisnis yang dia jalani. Keren ya. Jadi ilmunya (seharusnya) gak kebuang percuma. Saya juga butuh ide nih. Kalau kamu punya ide skripsi yang layak saya tulis, kabari ya. Ide kamu sangat membantu 😀

Nah sekarang kepikiran? Skrispi akan menjadi skripsweet ketika dijalani dengan hati dan mampu menjadi solusi. Tapi skripsi akan menjadi skripshi* jika tidak dimaknai dan hanya sekedar lulus.

***Tulisan ini murni dari pemikiran pribadi. Tanpa ada variabel bebas yang mempengaruhi seperti kegalauan mahasiswa akhir menghadapi skripsi. Atau variabel terikat tentang aturan dan tata cara skripsi. Semoga mampu menjadi solusi dan inspirasi.

Keep writing, always inspiring!

Rezky Firmansyah
Passion Writer
Founder Passion Writing Academy

6 thoughts on “Skripsi? Skripsweet atau Skripshi*?

  1. Kee writing! Hehehe, semiga tercapai bisa di semester 7.. Kalo udah menjalani skripsi bagi” tips biar tetep enjoy jalaninnya ya.. Di tunggu postingan barunya >.<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *