Untukmu yang Pernah Menjadi Adikku

dear-letter

dear-letter

Cinta
5 Huruf yang begitu bermakna
Yang seringkali kita menyalahartikannya
Seolah-olah cinta hanya persoalan saling suka dua manusia

Ya itulah salahnya kita
Terlalu sempit memaknai kata cinta
Jikalau cinta hanya persoalan saling suka dua manusia
Lalu bagaimana dengan kisah Muhammad yang mampu mengubah dunia
Atau bagaimana dengan cinta Allah kepada hamba-Nya

Sungguh, cinta bukan hanya perasaan saling suka dua manusia
Melainkan kekuatan yang mampu memberikan makna
Dengan hadirnya cinta hidup menjadi berwarna
Dengan hadirnya cinta kita berikan kontribusi pada dunia

———

Assalamualaikum wr wb

Untuk kamu yang pernah menjadi adikku. Adik-adik yang kucintai karena Allah. Adik-adik yang kucintai dengan kata kerja bukan dengan kata sifat. Izinkan dengan surat ini saya berbagi tentang 7 hal yang sangat penting untuk kamu maknai. Terutama di masa SMA

Adik-adik yang saya cintai

3 tahun sudah saya meninggalkan masa SMA. Masa-masa indah yang begitu bermakna. Dan kini (mungkin) kamu masih merasakannya. Cinta monyet dengan junior ataupun teman sebaya. Ngapel rutin di rumah makan setelah makan malam. Ataupun berdiri berdua di koridor cinta. Saya dulu pernah merasakannya. Walaupun rasa itu tidak terungkapkan seperti kisah diatas. Wajarkah? Tentu wajar karena virus merah jambu mulai muncul saat itu.

Tapi kita sering lupa tentang fitrah bahwa cinta bukanlah hanya soal saling suka dua manusia. Cinta bukan hanya soal kata sifat. Cinta seharusnya bisa menjadi kata kerja yang memberikan kekuatan dan makna. Dan dengan cinta sebagai kata kerja, tulisan ini saya buat untuk kamu yang pernah menjadi adikku. Apakah adik satu almamater yang sama ataupun adik yang berbeda sekolah. Atau bisa juga adik yang kita belum pernah saling jumpa.

Cinta tidak salah. Hanya saja jangan menjadi budak cinta. Wajar jika cinta itu ada. Kuasa Allah dan keinginan kitalah untuk mengarahkan kemana perginya cinta. Adikku, jadikan cinta sebagai kekuatan bukan hanya tentang perasaan.

Adik-adik yang saya cintai

Percaya, kita pernah berada di tempat yang sama. Di sekolah yang sama. Dan pernah merasakan hal yang sama. Susah, resah, kecewa, dongkol atau perasaan yang ketiadaan cinta didalamnya. Tidak salah. Tapi belajarlah bukan hanya berfokus pada rasa yang kecil itu. Bukankah banyak hal yang lebih indah untuk dijalani? Bukankah banyak hikmah dibalik semua itu?

Mungkin kamu merasakan susah disaat pertama kali masuk asrama dan meninggalkan orang tua. Tapi disaat itulah kamu belajar untuk mandiri. Mungkin kamu resah ketika melihat nilai-nilai yang menyedihkan. Tapi disaat itulah kamu belajar tentang mengenali minat dan potensi. Mungkin kamu merasakan kecewa melihat fasilitas yang tidak mencukupi. Tapi disaat itulah kamu belajar survive dengan keadaan. Mungkin kamu dongkol ketika sapaanmu kepada kakak kelas tidak ditanggapi. Tapi disaat itulah kamu belajar untuk ikhlas dalam berbuat.

Percayalah, semua ada hikmah dan pembelajaran. Aktifkan radar cinta yang ada dalam dirimu. Karena dengan kehadiran cinta hidupmu akan lebih indah dan melihat banyak pembelajaran dalam hidup ini. Adikku, something happend with reason. Explore that and you will get insight.

Adik-adik yang saya cintai

Hidup di asrama memang penuh kenangan. Kenangan yang memberikan banyak pembelajaran. Tetapi pembelajaran itu akan kamu dapatkan ketika RESPECT berhasil kamu aplikasikan.

Senioritas di sekolah memang ada. Bahkan ada yang bilang pasal 1 senior selalu benar dan pasal 2 apabila senior salah maka kembali ke pasal 1. Unik memang. Tapi tentu tidaklah senioritas seperti itu yang diterapkan. Ada batas-batas yang harus kita terima dan jalani. Ibarat sebuah roda ada kalanya dibawah ada kalanya diatas. Maka bersabarlah.

RESPECT. Satu kata yang bermakna luar biasa. Yang apabila kamu menerapkannya banyak pembelajaran yang akan kamu terima. RESPECT bukan berarti senior selalu benar. RESPECT adalah penghargaan yang seharusnya kamu berikan tanpa melihat siapa senior tersebut. Memang, terkadang ada saja senior yang menjengkelkan hati. Marah-marah tanpa ada alasan. Mungkin saja karena dendam di masa lalu. Tapi bukan berarti hanya karena segelintir senior maka kamu membenci satu generasi. Sadarlah kamu keliru. Generasi terdiri dari kolaborasi individu yang berbeda. Jika ada 100 orang maka ada 100 pemikiran yang berbeda. Lantas karena 1-2 orang kamu mengabaikan 98 lainnya? Adikku, sadarlah kamu keliru.

RESPECT dan bijaklah menanggapi suatu hal. Saya sadar dan pernah berada di posisi kamu sekarang. Saya dan teman lain pernah dimarah-marahi secara bersama di asrama. Tapi sungguh tidak bijak jika saya membenci semua dari mereka. Padahal bisa jadi itu karena kesalahan sendiri.

Percayalah dengan RESPECT kamu akan mengerti dan jauh lebih bijak. Dengan RESPECT akan banyak hal yang kamu dapatkan. Dengan RESPECT kamu akan terbantu di masa depan. Adikku, belajarlah RESPECT, karena dengan itu  kamu  mengenal tentang berbuat dalam keikhlasan tanpa balasan.

Adik-adik yang saya cintai

Ketika RESPECT sudah kamu aplikasikan, percayalah banyak pembelajaran yang kamu dapatkan. Misalkan ketika senior yang berbaik hati kepadamu untuk membantu tugasmu. Atau mengajarkan tentang soal olimpiade. Atau membimbingmu di organisasi. Atau bahkan yang melatihmu di atas lapangan.

Banyak senior yang menginspirasimu untuk berbuat lebih baik. Atau bahkan yang menginspirasimu bisa jadi teman seangkatan atau adik kelas. Semua bisa saja. Tapi yang paling penting untuk kamu ingat adalah, setiap orang punya sidik jari kemenangan masing-masing. Atau bahasa sederhananya kita dilahirkan dengan potensi dan passion berbeda. Tapi bukan lantas sekedar Be Yourself. Percayalah itu tidak akan cukup. Be your best self! Jadilah dirimu yang terbaik. Kenali dirimu dan Grow Yourself

Be your best self adalah salah satu hal yang paling penting untuk kamu mulai di kehidupan SMA. Karena jika tidak, kamu hanya akan menghabiskan waktu untuk menjadi diri orang lain. Terus menerus membandingkan diri dengan orang lain tanpa mengenali jati diri sebenarnya. Karena saya pernah mengalami hal tersebut. Selama 2 tahun masa awal saya di SMA terpaksa menjadi orang lain. Memaksakan mengikuti banyak bidang padahal itu bukan bidang saya. Salah satu alasan tersebut adalah agar bisa terlihat lebih hebat dibandingkan yang lain. Tetapi sungguh, Allah Maha Baik. Di 1 tahun terakhir hingga sampai sekarang, Alhamdulillah Allah memberikan jalannya yang begitu indah. Saya diberikan jalan yang berbeda dan saya menikmati ini. Patut dicatat bahwa berbeda bukanlah kesalahan. Asalkan tahu tujuan itu cukup untuk menjadi alasan. Adikku, be your best self and grow yourself!

Adik-adik yang saya cintai

Dalam tahapan be your best self bukan berarti tanpa tantangan. Bahkan disaat kamu tahu dimana jalan hidupmu, maka disaat itu pula perjuangan yang lebih hebat diperlukan. Dan saya masih perlu berjuang untuk hal tersebut. Tapi dalam menjalaninya saya menjauhkan diri dari sikap putus asa, mengeluh, kecewa atau sikap negatif lainnya. Karena sebenarnya sikap negatif tersebut karena kita melupakan kekuatan Allah yang ada dalam kehidupan kita.

Coba sekarang kamu angkat tangan dan genggam tanganmu. Apakah kamu bisa menutupi semua permukaan tangan? Pasti ada permukaan yang masih terbuka. Nah itulah bagian dari Allah. Ada hal yang harus kita lakukan dan ada hal yang hanya Allah yang bisa melakukan.

Sungguh menarik. Jika saja kamu sudah menerapkan selalu ada Allah yang akan membantu maka tidak akan ada rasa putus asa. Karena Allah melarang keras sikap putus asa. Coba saja buka Al-Quran dan kamu akan mendapatkan jawaban. Bermimpilah besar dan bermanfaat bagi banyak orang. Milikilah visi hidup yang mulia. Karena sungguh Allah akan menolong disetiap detik hidup kita. Adikku, do the best, let Allah do the rest!

Adik-adik yang saya cintai

Menjadi versi terbaik memang baik. Terus perjuangkan versi terbaik tersebut karena setiap orang itu adalah unik.

Dalam perjalanannya, bukan berarti kamu harus apatis terhadap orang sekelilingmu. Apakah terhadap teman-teman generasimu. Terlebih terhadap adik-adikmu.

Masih ingat tentang RESPECT? Bagaimana berperilaku terhadap senior. Dan akan tiba saatnya kamu berada di posisi RESPECT terhadap junior. Bukan berarti sok dekat atau bahkan memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan gebetan. Buang jauh-jauh hal tersebut. Terlebih poin no 2. Karena berdasarkan pengalaman sebagai satu satunya di generasi yang menjadi kakak MOS selama dua tahun, hal tersebut tidak berlaku bagi saya. Maka berpikirlah lebih jauh kedepan.

Keberhasilan guru adalah ketika muridnya mampu lebih baik dari gurunya. Begitu pula dengan kakak kelas. Keberhasilan kakak kelas adalah ketika adiknya mampu lebih baik dari kakaknya. Dilema memang. Tapi hal tersebut harus dilakukan. Di satu sisi, tepatnya sisi egois, diri pribadi menginginkan menjadi yang terbaik. Di sisi lain, tepatnya sisi kebermanfaatan, menjadikan orang lebih baik adalah sebuah keharusan.

Saya sadar akan keadaan bahwa di sekolah, prestasi akademik saya biasa-biasa saja. Atau bahkan dibawah rata-rata. Akan tetapi di posisi saya saat itu, diam bukanlah solusi. Dengan situasi sistem yang kurang mendukung, MOS untuk siswa baru hanya sebentar. Padahal biasanya mencapai 1 bulan. Tentu persiapan ini tidak mampu bagi siswa baru untuk memahami kehidupan di almameter lebih maksimal. Maka dengan berbagai macam cara saya dan teman-teman membuat bagaimana MOS yang sebentar bisa diperpanjangkan dengan follow up yang berkelanjutan. Memang butuh banyak pengorbanan. Akan tetapi hal tersebut berbuah keberhasilan. Sungguh bangga ketika mereka mampu melebihi kami. Tentu itu bukan semata-mata karena senior. Tapi sudah sebuah keharusan bagaimana senior membuat juniornya jauh lebih baik dibandingkan dirinya. Dan disaat itu pula diri belajar keikhlasan. Adikku, Jangan apatis. Berkorbanlah bagaimana caranya membuat adikmu jauh lebih baik dibandingkan dirimu.

Adik adik yang saya cintai

Terakhir, dan tak kalah penting.  Kamu pasti tahu apa dasarnya berdiri sekolah ini. Jika belum coba maknai pesan Founding Father :

Saya sudah menyiapkan orang-orang cerdas untuk membangun Riau ini. Mereka tidak hanya cerdas secara mental tetapi juga emosional dan spiritual. Yang sekarang sudah berjumlah 1000 orang lebih.

(Syarwan Hamid, 7 Agustus 2012)

“Soekarno mengatakan beri aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia. Disini ada 1000 lebih pemuda.  Apa yang bisa kalian lakukan untuk Riau dan Indonesia?”

(Saleh Djasit, 3 Agustus 2014)

Pesan sekaligus motivasi dari mereka sangat cukup mengetahui untuk apa sekolah ini berdiri. Dan dalam bahasa sederhana saya simpulkan :

“Bagaimana caranya kita berkontribusi besar untuk Islam, Riau dan Indonesia. Bukan hanya menjadi saintis ataupun akademisi. Melainkan dengan segenap potensi dan passion yang dimiliki”

Sekarang, tentukan jalan hidupmu. Karena tidak semua orang mempunyai ketertarikan dengan dunia sains ataupun akademisi. Yang terkadang menjadi momok bagi mereka yang sering remedial. Termasuk saya saat itu. Akan tetapi, saya mulai tahu dimana saya harus berkontribusi. Adikku bermimpilah besar untuk negeri ini!

Adik-adik yang saya cintai

Surat dan tulisan ini merupakan perenungan panjang dan pemaknaan yang dalam dari kehidupan saya pribadi.

Kamu pernah remedial fisika, kimia, matematika, biologi terus-terusan? Saya pernah.

Kamu pernah melupakan jati diri dan memaksa diri menjadi orang lain? Saya pernah

Kamu pernah gagal meraih perguruan tinggi favorit? Saya pernah

Kamu pernah menjadi peringkat terakhir dari keseluruhan siswa? Saya pernah

Kamu pernah merasakan ketua OSIS yang paling jeblok? Saya pernah

“Saya pernah jatuh sejatuh-jatuhnya di SMA. Karena pada dasarnya ketika jatuh, kamu bisa memilih menjadikan tempat kamu jatuh sebagai tanah yang keras atau trampolin yang membuatmu melompat lebih tinggi. Dan saya memilih yang kedua.”

Alhamdulillah, atas bantuan Allah saya mampu membuat jalan sendiri yang berbeda dibandingkan yang lain. Dan dalam perjalanannya saya mampu mencapai berbagai impian dan masih berproses mencapai berbagai impian lainnya. Salah satunya di usia yang masih 20an awal buku saya mampu tersebar di 5 benua. Nonton videonya disini > bit.ly/WAY5Benua

Adik-adikku. Respect terhadap dirimu. Kamu terlahir bukan untuk menjadi orang lain. Melainkan bagaimana caranya menjadi versi terbaik dari dirimu. Versi terbaik dengan iman terbaik, ilmu terbaik dan impact terbaik.

Dengan segala kerendahan hati, saya harap kamu bisa menerapkan pesan dari kakakmu ini. Percaya, saya pernah berada di titik yang sama. Dan pastikan teman-temanmu, seniormu, dan juniormu mampu membaca surat ini. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih mulia, berharga dan berdampak bagi banyak orang.

Be your best self and grow yourself!

Maju SMAN Plus!
Jaya Propinsi Riau!
Jaya Indonesia!

Rezky Firmansyah
ADM 1145

Waalaukumsalam wr wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *