Belajar dan Bertumbuh, Suka ataupun Tidak

SRB UC

Disaat malam minggu gak bisa mengisi kultwit Jomblo Mulia, disana saya terkadang merasa sedih sedih . . .

Maaf ya, kalau udah nungguin kultwit edisi ketiga tentang Jomblo Mulia. Karena memang situasi gak memungkinkan. Disaat itu, saya sedang malam minggu berkualitas dengan rektor*azeh.

Ya memang, dari jam 4 pagi sampai 4 pagi keesokan harinya mata saya masih terbuka. 24 jam non stop. Ketika yang lain bahagia dengan FREEDAY dari Jumat-Minggu, maka saya menikmati FREEDAY dengan kegiatan kampus. Quality Time untuk penyatuan SRB. SRB itu bukan Sekolah Ruar Biasa. SRB itu Student Representative Board. Mungkin di kampus kamu gak ada namanya SRB. Tapi kalau mau disamakan, mungkin bisa dikatakan Dewan Perwakilan Mahasiswa deh.

Ohya, saya mau nanya. Pernah gak kamu merasa hidup yang udah nyaman gak lagi nyaman? Atau kamu merasa resah dengan kondisi sekarang? Seolah-olah kamu dipaksa berubah dan bertumbuh lebih baik? Jika ya, maka kamu sama dengan saya.

Di tahun 2015 ini, level hidup saya dipaksa naik dengan berbagai kesibukan dan kesempatan bertumbuh. Saya gak mengatakan beban, lebih asyik dikatakan kesempatan bertumbuh. Masuk akal kan?

Satu dari sekian banyak kesempatan itu adalah SRB ini. Kalau kamu sering membaca tulisan di www.rezkyfirmansyah.com, kamu pasti menebak pilihan untuk masuk SRB di kampus berbanding terbalik dengan perasaan yang saya rasakan. You know lah apa yang dimaksud ya.

Butuh perenungan panjang memang dengan pilihan ini. Tapi saya sadar bahwa hidup adalah mengenai pertumbuhan dan pembelajaran. Jika selama ini kita berlindung dari kenyamanan dan menghindar dari kesempatan, maka perlambatanlah yang akan kamu rasakan. Ayuk keluar dari comfort zone :)

Sebagai minoritas Muslim di kampus ini, masuk SRB adala kesempatan untuk belajar. Jika selama ini mastermind yang saya miliki diluar kampus atau bahkan di luar kota perjuangan ini, maka saya pun harus membuat mastermind di kampus. Bagaimanapun itu adalah pilihan. Sehari-hari hidup di kampus tanpa mastermind akan terasa hampa. Walaupun saya percaya bahwa waktu di kampus kami yang disini tidak seberapa dibandingkan dengan kamu sebagai aktivis kampus ataupun pahlawan kampus dengan bidang lain. Karena setiap kampus punya spesialisasi dan setiap orang mempunyai episode kehidupan yang berbeda. Ya kan?

Bagi saya, ini adalah belajar. Belajar lebih banyak untuk menghargai perbedaan. Belajar lebih baik untuk bersinergi dengan satu visi. Belajar lebih sadar bahwa hidup adalah pertumbuhan, suka atau tidak suka.

Mari berjuang bersama, SRB 2015-2016! J

Keep writing, always inspiring!

Rezky Firmansyah
Founder Passion Writing
Penulis buku tersebar di 5 benua

Mau diskusi asik bahas soal Kepenulisan Passion Kepemudaan? Dengan senang hati saya membuka kesempatan. Silahkan invite 76B4BF69/085363949899 dan juga  follow @rezky_rf9

Kamu merasakan manfaat dari tulisan ini? Klik tombol share di bagian kiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *